Dana Desa Terhambat LPJ – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Dana Desa Terhambat LPJ

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Transfer dana desa (DD) untuk semester II hingga kini belum rampung di Sultra. Dari 15 kabupaten yang mengelola dana desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu, baru delapan kabupaten yang sudah merealisasikan kegiatan dalam APBDes akhir tahun ini. Tujuh lainnya masih terkendala kelengkapan administrasi yang belum paripurna.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sultra, Tasman Taewa. Kata dia, terhambatnya transfer dana desa itu sangat mempengaruhi pembangunan di desa. Sebab, waktu realisasi kegiatan tersisa sebulan lagi. Pertanyaannya, mungkinkah dana ratusan juta rupiah bisa dihabiskan dalam waktu singkat?. “Sudah mepet sekali. Apa yang bisa dibangun, tersisa satu bulan begini. Nah laporan dana desa itu kalau ndak salah hanya sampai tanggal 22 Desember. Kenapa terlambat begitu, sudah pasti karena Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) semester I belum final. Itu masalahnya,” papar Tasman Taewa saat ditemui akhir pekan lalu.

Bahkan ada dampak yang lebih fatal lagi, jika hingga 14 Desember dana itu tidak ditransfer pemerintah pusat maka akan ditarik kembali oleh negara masuk ke kas. Itu juga akan berpengaruh pada dana transfer tahun 2018 karena desa dianggap tidak mampu mengelola keuangan desa. “Makanya, jangan pandang remeh itu LPJ. Sudah sering kita adakan pertemuan pelatihan dan penyegaran untuk membahas semua tupoksi pendamping desa, supaya hal-hal yang pernah menjadi kendala agar tidak terulang. Kasihan itu desa kalau tidak masuk anggarannya,” tambahnya.

Tasman mengaku sudah menyurati para bupati dan kepala Dinas PMD masing-masing kabupaten untuk menindaklanjuti kekurangan adminitrasi pencairan dana desa tahap dua itu. “Ada tujuh daerah. Tidak usah saya sebutkan satu persatu karena semuanya saya sudah surati supaya dicek kekuranganganya,” tukas Tasman Taewa.

Masih kata mantan dosen Fisip UHO itu, dana desa 2018 kemungkinan besar akan naik dua kali lipat. Jika tidak dimaksimalkan maka yang rugi adalah masyarakat desa itu sendiri. “Kan bisa dibandingkan itu desa yang satu dengan desa tetangganya, mana yang lebih maju walaupun dana desanya sama,” tutupnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top