Pengusutan Kasus DAK Muna Rampung – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pengusutan Kasus DAK Muna Rampung

Sumber: Data Diolah

KENDARIPOS.CO.ID — Kerja keras penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna mulai membuahkan hasil. Setelah setahun diusut, sengkarut kasus dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015 mulai ada titik terang. Penyidik telah merampungkan semua hasil pemeriksaan. Data yang dikantongi penyidik, kerugikan negara bisa mencapai miliaran rupiah. Namun, kepastian jumlahnya masih menunggu audit BPKP.

Kasi Intel Kejari Muna, Ld Abdul Sofyan menjelaskan, pihaknya belum bisa menyebut berapa angka pasti kerugian negara dalam kasus DAK Muna 2015. Sebab, hal itu masuk materi persidangan. Lagi pula, pihaknya masih meminta ahli untuk melakukan audit kerugian negara.

“Hasil audit masih dalam tahap koordinasi. Hanya berdasarkan fakta hasil pemeriksaan, kerugian negara cukup besar. Estimasinya, miliaran jumlahnya,” kata Ld Abdul Sofyan saat ditemui di Kejari Muna, Jumat (24/11). Kendati sudah dianggap cukup, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya masih akan melakukan evaluasi terhadap beberapa orang yang dianggap perlu. Namun, anak buah HM Prasetyo itu belum menetapkan jadwal pemeriksaan lanjutan. “Jelasnya, hasil penyidikan telah tuntas. Kini tinggal tunggu hasil audit BPKP saja,” jelasnya.

Kajari Muna, Badrut Tamam juga sempat menemui wartawan, jumat (24/11), sambil memperlihatkan beberapa berkas. Meski tak memperlihatkan isinya, namun dia sempat menyinggung kalau itu adalah hasil perampungan berkas pemeriksaan DAK Muna, yang diusut sejak November 2016 lalu. Berkas itu rinciannya, tiga lembar berwarna merah jambu untuk hasil pemeriksaan deposito serta dua lembar warna putih untuk hasil pemeriksaan sejumlah paket yang tak selesai. “Dokumen ini nanti akan kami serahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, sebagai bahan pelaporan,” ujar Badrut Tamam.

Dia mengatakan, penetapan tersangka tidak serta merta dilakukan. Meski, dirinya mengakui telah berjanji untuk segera diungkap, namun pihaknya masih perlu lakukan konsultasi. Sebab, kerugian negara cukup fantastis. Awalnya, jaksa menilai, pengusutan DAK ini, hanya mengalami kerugian negara sekira Rp 3,1 miliar. Tapi faktanya, angkanya lebih besar dari itu. “Kepastian jumlahnya (kerugian negara,red), nanti setelah keluar audit BPKP,” terang Badrut Tamam sembari mengangkat kertas hasil pengusutan DAK.

Namun, sebelum diserahkan ke BPKP, lanjut Badrut Tamam, pihaknya akan melaporkan perkembangan penyidikan di Kejati Sultra. Namun, ia menegaskan, bukan ekspose kasus. Selanjutnya, tim penyidik melakukan pemanggilan terhadap para pihak, yang diduga terkait secara langsung dengan perkara DAK. “kamis (23/11) (dua hari lalu), kami panggil Kabid Akuntasi BPKAD, Djalil. Selanjutnya, beberapa pihak yang berperan secara langsung dalam perkara ini juga akan dipanggil lagi,” katanya.

Untuk diketahui, pemanggilan kepada pihak-pihak terkait, yang berperan secara langsung dalam perkara DAK, cukup mengundang tanda tanya. Pasalnya, dalam pemanggilan yang dijadwalkan pasca pelaporan di Kejati, memunculkan dua asumsi publik. Pertama, apakah pemeriksaan yang dilakukan jaksa masih membutuhkan sejumlah bukti-bukti, agar kuat di pengadilan nanti. Kedua, pemeriksaan dilakukan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Tunggu saja setelah kami memberikan laporan ke Kejati Sultra,” imbuhnya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top