Kerja Rangkap, Pendamping Desa Bakal Dicopot – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Kerja Rangkap, Pendamping Desa Bakal Dicopot

Tasman Taewa saat memberikan penyegaran pada pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa se-Sultra.

KENDARIPOS.CO.ID — Nada suara Taswan Taewa meninggi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sultra itu menunjukkan kemarahannya di depan ratusan pendamping desa (PD) yang sengaja dikumpulkan untuk diberikan penyegaran akan tupoksinya di lapangan. Adanya laporan terkait banyaknya oknum PD yang memiliki pekerjaan lain selain sebagai pendamping program pembangunan dan pengelolaan masyarakat desa menjadi pemicu amarah mantan dosen Fisip UHO itu.

Tasman Taewa menegaskan sudah menyebar orang yang khusus ditugaskan untuk mengidentifikasi siapa saja mereka yang bekerja rangkap. Mereka yang terbukti akan langsung dicopot. “Saya kalau bilang A maka tetap A. Biarpun ditodong pistol saya tetap A. Jadi kalau anda terbukti maka saya garis merah. Tidak ada ampun,” tegas Tasman Taewa, Jumat (24/11) sore dalam pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa se-Sultra.

Menurutnya, di dalam kontrak kerja kata sudah jelas bahwa setiap pendamping harus fokus pada tupoksinya. Tidak boleh melenceng dari SOP. “Sekarang malah ada laporan pendamping bikin RAB, lebih parahnya lagi dia yang bikin laporan keuangan desa. Padahal ini sangat melanggar,” jelas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra itu.

Laporan yang ditampung Tasman, menurutnya bukan sekedar isu belaka. Bahkan ada pendamping yang datang meminta restu untuk menjadi PPK, Panwas dan pengurus partai jelang Pilkada serentak itu. “Jadi saya tegaskan sekali lagi, saya kasih kesempatan untuk memilih dan bikin surat pernyataan mundur dari PPK atau pengawas, sebelum saya kumpulkan datanya dan mencoret sepihak,” ancamnya.

Dalam perekrutan PD 2017 ini lanjut Tasman ada peserta yang lolos sebagai cadangan. Jumlahnya sebanyak 623 orang. Jadi mereka yang ditemukan melanggar sudah pasti diganti oleh cadangan. “Saya berdayakan saja yang cadangan itu. Untuk apa juga dipertahankan kalau tidak serius bekerja,” katanya.

Cadangan itu bisa jadi akan ditugaskan 2018 mendatang. “Saya pastikan ada yang dicoret, karena banyak sekali laporan, cadangan sudah bisa kita berdayakan,” pungkasnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top