Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Koperasi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Koperasi

Sopran Telaumbanua

KENDARIPOS.CO.ID — Jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari mengendus aroma korupsi di Koperasi Haluoleo di Kota Kendari. Koperasi itu mendapat dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) tahun 2011-2013. Kementerian Koperasi dan UKM RI mengucurkan dana sekira Rp 10 miliar ke Koperasi Haluoleo.

Dana yang diduga diselewengkan sekira Rp 1,5 miliar dan kini sedang diselidiki jaksa. Kepala Kejari Kendari, Sopran Telaumbanua, SH mengatakan penyelidikan dilakukan sejak dua bulan lalu. Bahkan sebentar lagi akan ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Itu berarti akan orang yang dianggap bertanggung jawab dan ditetapkan sebagai tersangka. Tentunya berdasarkan dua alat bukti kuat. Penyidik tinggal menentukan tersangka.

Sopran Telaumbanua, SH menjelaskan modus operandi dugaan penyelewengan dana koperasi mirip yang terjadi di Makassar. Koperasi Haluoleo ini mendapat bantuan dari kementerian sebanyak Rp 10 miliar. Belakangan, penyaluran dana bantuan tidak sesuai peruntukannya. Sebagian uang tersebut tak diberikan kepada penerima manfaat atau kepada pengusaha mikro, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sejauh ini, tim jaksa menaksir sekira Rp 1,5 miliar uang yang tidak dikembalikan di Kementerian Koperasi dan UKM akibat ulah beberapa pengurus di Koperasi Haluoleo. “Seharusnya uang Rp 10 miliar tersebut disalurkan kepada penerima. Namun, karena dipakai sebagian oleh pengurusnya, maka uangnya tidak dapat dikembalikan,” ujar Sopran Telaumbanua, Jumat (24/11).

Sopran menyebutkan anak buahnya telah memeriksa saksi-saksi yakni ketua pengurus koperasi berinisial MA, bendahara berinisial A dan sekretaris berinisial MH. Selain itu, empat saksi tambahan akan dimintai keterangannya, yakni penerima manfaat dan pihak kementerian. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu dekat. “Kami akan periksa beberapa saksi lagi, lalu kita akan gelar (perkara) penentuan tersangka,” ungkap Sopran Telaumbanua didampingi Kasi Intelijen, Febrian, SH.

Menurutnya, bukti tentang adanya tindak pidana korupsi dalam kasus ini sudah jelas. Penyidik tinggal meminta keterangan dari para saksi dan sudah menerbitkan surat perintah penyidikan. “Kita akan terus laporkan penyidikannya,” imbuh Sopran Telaumbanua. (ade/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top