Pj Wali Kota Baubau Diusul ke Kemendagri, Bupati Konawe dan Kolaka Hanya Cuti – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pj Wali Kota Baubau Diusul ke Kemendagri, Bupati Konawe dan Kolaka Hanya Cuti

Tomy Indra

KENDARIPOS.CO.ID — Ada empat daerah yang bakal ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun depan. Mulai pilwali Baubau, pilbup Konawe, pilbup Kolaka hingga pilgub Sultra. Khusus tiga daerah, semua kepala daerah akan kembali maju bertarung. Namun, melihat akhir masa jabatan (AMJ)-nya, hanya Baubau yang butuh pelaksana tugas (pj) plus Pemprov Sultra. Sementara bupati Konawe dan Kolaka, cukup hanya cuti saja.

Masa jabatan Wali Kota Baubau AS Tamrin dan wakilnya Wa Ode Maasra Manarfa akan berakhir 30 Januari mendatang. Sehingga akan ada pengganti sementara yang akan bersatu sebagai PJ, sambil menunggu kepala daerah definitif berikutnya. Sementara untuk Konawe, pemilihan akan berlangsung saat Kerry dan Paringringi masih berhak atas jabatan bupati dan wakil bupati. Akan tetapi jika mereka incumbent maka UU mengharuskan mereka cuti dalam tugas. Sehingga harus tetap ada pejabat bupati. Untuk Kolaka, tidak perlu ada PJ karena kepala daerahnya baru akan berakhir 2019 nanti.

Kepala Bagian Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setprov Sultra, Tomy Indra mengatakan, pergantian kepala daerah tetap merujuk pada mekanisme yang berlaku. Meski pemelihannya digelar serentak nantinya, namun pergantian pejabat bupati atau wali kota tetap berdasarkan masa akhir jabatan (AMJ) bupati atau wali kota daerah itu.

Pergantian itu kata dia harus melalui pengusulan ke Kemendagri terlebih dulu. Pemprov atau gubernur hanya menyerahkan tiga nama yakni pejabat eselon II yang ada di lingkup Pemprov Sultra untuk kemudian dipilih satu nama oleh Mendagri. “Baubau sudah ada usulannya, karena AMJ wali kotanya akan berakhir 30 Januari 2018. Jadi, pj wali kota akan dilantik hari itu,” jelasnya, Kamis (23/11/2017).

Sementara, untuk Konawe, Kerry dan Paringringi baru akan mengakhiri jabatannya pada 17 Juni 2018. Sehingga diusul nanti dua bulan sebelum berakhirnya masa jabatan itu. Diusulkan juga 3 nama ke Kemendagri. “Paling lambat satu bulan sebelum berakhir itu sudah ada keputusan dari Mendagri. Kalau terlalu cepat nanti bocor juga, itu akan berpengaruh pada konstalasi politik, dikhawatirkan seperti itu,” lanjutnya. Meski masa jabatan Kerry Saiful Konggoasa sebagai Bupati Konawe belum berakhir saat gelaran pilkada, namun bila menjadi salah satu kontestan maka wajib mengajukan cuti. “Kalau wakilnya juga ikut maka bisa sekdanya yang jadi pelaksana tugasnya,” katanya. (b/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top