Fasilitas Uji Bahan Bakar Reaktor Nuklir Batan Difungsikan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Fasilitas Uji Bahan Bakar Reaktor Nuklir Batan Difungsikan

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto

KENDARIPOS.CO.ID — Fasilitas instalasi radiometalurgi (IRM) untuk uji bahan bakar reaktor nuklir Batan kembali berfungsi setelah 14 tahun mangkrak. Instalasi pengujian bahan bakar nuklir ini berpotensi menjadi sumber devisa negara. Sebab biaya pengujiannya ditaksir bisa capai Rp 5 miliar untuk sekali uji. Peluncuran ulang fasilitas IRM di komplek Batan Serpong dipimpin Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto, Kamis (23/11). Dia mengatakan fasilitas IRM dibangun pada periode 1990-1991. Setelah sempat beroperasi, akhirnya mandeg pada 2003 lalu. Penyebabnya adalah alat manipulatornya mati. Alat manipulator adalah robot pengganti tangan manusia. ’’Sekarang alat manipulatornya sudah bisa berfungsi lagi,’’ jelasnya.

Fungsi fasilitas IRM adalah untuk menguji bahan bakar reaktor nuklir. Baik itu sebelum digunakan maupun setelah digunakan di tabung reaktor. Fasilitas IRM memiiki standar keamanan tinggi. Seluruh operasionalnya ada di dalam ruang berlapis beton yang disebut hotcell. Seluruh aktivitas tangan manusia di hotcell itu diganti oleh robot yang bisa dikendalikan atau disebut manipulator. Saat re-launching kemarin pengunjung hanya bisa melihat kegiatan operasional fasilitas IRM melalui video streaming. Salah satu ruang hotcell bertugas untuk memeriksa dan menghancurkan tabung yang berisi uranium. Standar keamanan di fasilitas ini sangat ketat, supaya radiasi dari bahan bakar nuklir tidak keluar hotcell.

Kepala Bidang Uji Radiometalurgi Batan Sungkono mengatakan fasilitas IRM merupakan sumber devisa. Dia mengungkapkan tarif fasilitas serupa saat ini yang realtif murah ada di Kazakhstan. ’’Biayanya mencapai Rp 5 miliar untuk sekali pengujian,’’ jelasnya. Sungkono menjelaskan seluruh timnya sudah bekerja keras menangani fasilitas IRM yang mengalami kerusakan pada 2003 lalu. Dia menceritakan proses pembersihan ruang hotcell ketika dipasangi ’’lengan robot’’ baru dilakukan sangat hati-hati. Perlengkapan lengan robot itu dibeli di Jerman.

Ke depan dia mengakui bahwa fasilitas IRM bakal menjadi sumber devisa negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun Sungkono belum bisa menjelaskan berapa besaran biaya uji bahan bakar nuklir di fasilitas milik Batan itu. Dia menuturkan di wilayah ASEAN fasilitas uji keamanan bahan bakar nuklir hanya ada di Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Asia, belum banyak negara yang memilikinya. Di tingkat Asia yang memiliki fasilitas ini adalah Indonesia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India. ’’Pengujian dari Malaysia dan negara tetangga lain bisa jadi nanti ke Indonesia,’’ tuturnya. (wan/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top