Diduga Stres, Ayah Muda Gantung Diri di Konsel – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Diduga Stres, Ayah Muda Gantung Diri di Konsel

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Agus Rianto warga Desa Aoma Kecamatan Wolasi, Konsel memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Dia gantung diri di sebuah pohon, sekira pukul 17.30, Rabu (22/11) lalu. Pria usia 27 tahun ini nekat gantung diri diduga mengalami stres berat. Dia ditemukan kaku tak bernyawa sekira 50 meter di belakang rumahnya. Sebelum gantung diri, Agus menuliskan unek-uneknya dalam selembar kertas. Dalam surat itu, dia mengungkapkan alasannya bunuh diri.

Kapolsek Wolasi, Iptu Julak Sulohor membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan Agus memilih gantung diri berawal karena bertengkar dengan istrinya. Korban juga tak terima dituduh mencuri satu unit handphone milik ibu kandung. “Sekira pukul 16.00 wita, korban meminta tali nilon kepada istrinya dengan alasan untuk membuat ayunan di kebun belakang rumah. Sekitar pukul 17.30 wita, saksi mata Anton melihat dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon dengan tali nilon di leher,” ungkap Iptu Julak Sulohor, Kamis (23/11).

Informasi yang dihimpun Kendari Pos menyebutkan, rumah tangga Agus kerap ribut. Sehingga ia tak sanggup menahan rasa sakit lalu nekat menghabisi nyawanya. “Bahkan sempat kita tanya-tanya istrinya, Nursia (25). Memang sebelumnya, koban sudah ada niat karena keseringan bertengkar korban mengeluarkan kata-kata putus asa. Katanya tidak ada lagi gunanya saya hidup lebih baik saya mati saja,” kata Iptu Julak menirukan kesaksian istri korban.

Masih kata Kapolsek, saat olah TKP pihaknya menemukan selembar surat di saku celana korban. Surat ditulis menggunakan bahasa Tolaki. Isinya, permintaan maaf Agus karena telah memilih bunuh diri. “Mama saya mohon maaf kasian karena sering menyakiti perasaannya kita. Saya menulis surat ini karena saya tidak sanggup lagi dengan kehidupan ini. Lebih baik saya ambil keputusan begini daripada menyimpan sakit hati. Hanya ada satu permintaanku, tolong jaga anak-anakku. Mungkin lebih baik saya begini. Tolong, mohon ampun dari ujung kaki sampai ujung rambutnya kita”. Isi surat itulah sehingga polisi menyimpulkan korban sudah merencanakan bunuh diri. “Karena kita tidak menemukan tanda kekerasan. Lidah korban terjulur keluar saat ditemukan. Jadi ini murni gantung diri,” tutup Iptu Julak. (kam/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top