Derita Fatur, Bayi Tanpa Lubang Anus di Koltim, Tak Punya Biaya Operasi, Orang Tua Pasrah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Derita Fatur, Bayi Tanpa Lubang Anus di Koltim, Tak Punya Biaya Operasi, Orang Tua Pasrah

Muh Fatur hanya bisa tergolek lemas di pangkuan ibunya, Asmiati, kemarin (23/11). Lubang anus buatan di perutnya membuat dia tidak nyaman beraktivitas. Rencana kedua orang tuanya lakukan operasi untuk membuka anus masih terkendala biaya. Foto : Kusdin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Muh Fatur tak pernah berharap lahir di dunia dengan organ tubuh yang tak sempurna. Tak memiliki lubang anus, tentu sangat menyiksa. Namun begitulah, Tuhan selalu memiliki rahasia-Nya sendiri.

Kusdin, Kolaka Timur

Muh Fatur hanya bisa tergolek lemas di pangkuan ibunya. Sesekali bayi enam bulan ini meringis kesakitan, yang kemudian dilanjutkan dengan tangisan. Lubang anus di bagian lambung sungguh membuatnya tak nyaman. Tak hanya saat buang air besar, tapi juga saat ingin beraktivitas, sebagaimana anak seumurannya.

Fatur lahir di Kolaka pada 15 Mei 2017. Jenis kelamin laki-laki dan saat ini memiliki berat 6 kilogram. Dia adalah buah hati dari pasangan Nasrul L dan Asmiati. Dia anak terakhir dari lima bersaudara. Terlahir normal tapi tidak memiliki lubang anus. Atas saran dokter, dibuatkan anus palsu di perut bagian kiri. Saat ini, orang tuanya tinggal di Desa Kesio, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara. “Beginilah kondisinya. Dia selalu menangis kalau lubang anus buatannya ini tersentuh,” ujar Asmiati, ibunda Muh Fatur saat ditemui di kediamannya, Kamis (23/11). Kendati harus menderita merawat bayinya, Asmiati tak pernah mengeluh. Dia selalu ikhlas dan bersyukur menerima kehadiran Fatur dalam hidupnya.

Muh. Fatur dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kolaka lewat operasi sesar. Sejak lahir, kedua orang tuanya sempat bingung saat melihat tak ada lubang di sela-sela pantanya, sebagaimana anak kebanyakan. Kala itu, keluarganya langsung menemui dokter. Untuk membesarkan hati kedua orang tua Fatur dan keluarga, dokter menjelaskan tak ada masalah. Memang tak punya lubang anus, tapi bisa dibuatkan anus buatan di bagian perut. Nanti kalau memungkinkan, bisa lagi operasi untuk membuat lubang anus di tempat semestinya.

Keresahan kedua orang tua Fatur kala itu berkurang. Sebab, harapan agar anak kelima mereka bisa hidup dan tumbuh berkembang dewasa sebagaimana anak normal. Namun, setelah enam bulan kemudian kegelisahan datang menghampiri Asmiati. Sebab, saat malam hari sering menangis lama, biasa 30 menit sampai 1 jam. Walaupun sudah diberikan obat asam lambung, namun tetap tak mempan. “Dia (Fatur) sering meringis kesakitan,” ujarnya.

Kusdin/kendari pos
Muh Fatur hanya bisa tergolek lemas di pangkuan ibunya, Asmiati. Lubang anus buatan di perutnya membuat dia tidak nyaman beraktivitas. Rencana operasi untuk membuka anus masih terkendala biaya.

Asmiati bercerita bagaimana nasib anaknya ketika tidak memiliki lubang anus. Dimana ia harus buang air besar (BAB), ya terpaksa harus melalui operasi kemudian dibuatkan lobang dubur tersendiri di bagian perut sebelah kirinya. Disitulah Fatur buat air besar melalui perut. “Anak saya dua pakai popok di bagian kelamin dan satunya di perut dimana letak lobang anus yang dibuat oleh dokter saat operasi. Nah, kalau BAB lewat lobang diperut saja,” kata ibu lima anak ini.

Lanjut dia, sejak mengandung selama 9 bulan 10 hari, ia tidak pernah merasakan hal yang aneh dalam dirinya. Tapi Allah yang mengatahui segala sesuatunya yang diciptakan di dunia ini. Mereka bersaudara berlima termasuk Muh. Fatur, ada dua laki-laki dan tiga orang perempuan. Ada yang sudah sekolah ada yang belum bersekolah. Dia mencerikan pada saat ingin melahirkan Muh. Fatur, selama satu minggu hanya merasakan sakit perut dan sudah pecah air ketuban saja. Tanda-tanda kelahiran atau rangsangan bayi dalam kandungan tidak ada, makanya dia langsung di bawa ke RSUD Benyamin Kolaka.

Kondisi anaknya dengan tidak memiliki lubang anus sempurna itu, membuat orang tuanya ingin melakukan operasi lagi. Berharap si buah hatinya memiliki lobang anus sama seperti yang dimiliki manusia pada umumnya. Namun kondisi ekonomi keluarga yang tidak cukup, sehingga belum bisa dilakukan. “Makan saja susah, apalagi ingin operasi kedua kalinya. Apalagi dokter sarankan operasi di Makassar. Kami tidak mampu, lebih baik pasrah saja, terserah Tuhan bagaimana jalan terbaiknya,” jelasnya. Sang suami, Nasrul juga menyerahkan sepenuhnya kepada keajaiban Tuhan. Menurutnya, manusia hanya bisa berikhtiar, selebihnya Tuhan yang menentukan nasib manusia. (b/*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top