Calon Perseorangan Harus Kantongi Dukungan 10 Persen – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Calon Perseorangan Harus Kantongi Dukungan 10 Persen

Iwan Rompo

KENDARIPOS.CO.ID — Setiap warga punya hak untuk berpolitik, memilih atau dipilih. Termasuk jika ingin mencalonkan diri maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hanya saja, harus ada syarat yang dipenuhi baik melalui jalur partai politik (Parpol) maupun lewat jalur perseorangan atau independen. Untuk jalur Parpol, minimal pasangan calon (Paslon) harus mendapat dukungan 20 persen kursi DPRD. Sementara untuk jalur perseorang harus mengantongi dukungan 10 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu tahun 2014 lalu.

Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo Bane mengatakan telah menentukan besaran dukungan yang harus dipenuhi calon perseorangan di Pilkada Konawe, Kolaka dan Baubau. Sesuai aturan, semuanya merujuk pada patron memenuhi 10 persen dari DPT Pemilu sebelumnya. Pada Pilbup Konawe, bakal calon perseorangan harus mampu mengantongi dukungan sebanyak 16.677 pemilih atau 10 persen dari 166.764 DPT Konawe. Angkat tersebut minimal tersebar di 12 kecamatan dari 23 kecamatan di Konawe.

Di Kolaka jumlah pemilih pada Pemilu sebelumnya sebanyak 164.877 pemilih. Bila dipresentasekan, maka calon perseorangan harus mampu mengantongi sebanyak 16.487 pemilih. Sebaran dukungan pun harus di tujuh kecamatan dari 12 kecamatan di Kolaka. Sementara Pilwali Baubau, Paslon harus mengantongi dukungan sebesar 11.427 pemilih. Pada Pemilu sebelumnya, DPT Baubau sebesar 114.266 pemilih. Seperti halnya Konawe dan Kolaka, dukungan yang dikantongi harus tersebar di lima kecamatan.

“Jadi tidak hanya memenuhi syarat 10 persen, namun penyeberannya harus memenuhi ketentuan. Penyerahan penyerahan dukungan calon perseorangan ditiga daerah takan mulai dilakukan pada 25-29 November 2017,” katanya saat ditemui di KPU Sultra, kamis (23/11).

Penduduk yang dapat memberikan dukungan pada Paslon perseorangan kata Iwan, yaitu penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih yang berdomisili didaerahnya. Yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah setempat. “Dukungan pendukung, hanya dapat diberikan pada satu pasangan calon perseorangan. Tidak boleh double, mendukung si A juga mendukung si B misalnya,” jelasnya.

Sesuai pedoman teknis tahapan sambungnya, KPU setempat akan melakukan penelitian jumlah minimal dukungan dan sebaran. Kemudian dilakukan penelitian administrasi dan analisis dukungan ganda. Selanjutnya dilakukan untuk dilakukan penelitian dintingkat desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten. “Verifikasi faktual itu berbasis sensus dengan mendatangi setiap orang yang bersangkutan, yang ada di daftar dukungan itu,” tambahnya. (b/wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top