Pendaftaran Paslon Awal Januari, Mesin Parpol Mulai Panas – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pendaftaran Paslon Awal Januari, Mesin Parpol Mulai Panas

Agenda Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2018

KENDARIPOS.CO.ID — Pertarungan menuju kursi gubernur Sultra sudah ditabuh. Beberapa partai politik (parpol) pengusung juga mulai memanaskan mesin politiknya. Harapannya tentu supaya sang “jagoan” bisa keluar sebagai pemenang dalam kontestasi pilgub, tahun depan. Meski pendaftaran paslon masih satu bulan lebih lagi, namun mereka menilai semakin matang persiapan dan strategi, peluang menang terbuka lebar.

Sejauh ini, baru dua paslon yang memenuhi syarat pencalonan. Mereka adalah Asrun-Hugua (Surga) yang diusung PAN, PDIP, PKS dan PPP. Jumlahnya mencapai 20 kursi. Peluang bertambah masih terbuka, karena Gerindra dan PKB juga berencana ikut merapat. Pasangan lainnya adalah Ali Mazi-Lukman Abunawas. Pasangan berakronim AMAN ini sudah mengantongi dukungan Golkar dan Nasdem. Gabungan keduanya capai 10 kursi. Sebenarnya, masih ada satu paslon lagi, yakni Rusda Mahmud-Sjafei Kahar. Hanya saja sejauh ini baru mengantongi dukungan Demokrat (6 kursi), butuh 3 kursi lagi supaya penuhi syarat pencalonan.

Partai pengusung pasangan Asrun-Hugua yang sudah mulai “dipanasi” mesin politiknya. PAN, PDIP, PKS dan PPP, terus membangun konsolidasi untuk memenangkan jagoannya. Pimpinan parpol masing-masing juga sudah menginstruksikan jajaran di bawahnya hingga ke desa-desa untuk merapatkan barisan.

Mulai “panasnya” mesin politik Asrun-Hugua, salah satunya disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sultra, Suwandi Andi. Dia menegaskan, seluruh kader, legislator dan kepala daerah asal PAN sudah berkomitmen dan telah melakukan kerja-kerja politik untuk memenangkan pasangan tersebut. “Kita sudah sampaikan kepada seluruh kader untuk mulai lakukan kerja-kerja pemenangan. Dalam waktu dekat juga, akan kumpulkan semua untuk Rakorwil dan melakukan konsolidasi memantapkan komitmen untuk mendukung pasangan Asrun-Hugua. Semua akan kita undang mulai dari kadernya hingga tingkat ranting sampai dengan legislator dan kepala daerahnya,” ungkap Suwandi Andi, rabu (22/11).

Dia menambahkan, kader dan seluruh parpol pengusung sangat yakin dengan kedua pasangan tersebut. Menurutnya, pasangan yang diusung oleh koalisi gemuk ini akan dapat memenangkan  Pilgub Sultra. “Sudah sangat pas. Terlebih dengan kekuatan koalisi, seperti PDIP dan PAN memiliki basis massadi 17 kabupaten/kota di Sutra. Hal itu bisa dilihat dari Pilkada 2015 dan 2017. PAN memiliki 7 kepala daerah dan PDIP. Jika dimaksimalkan,  itu sudah lebih dari cukup,” jelasnya.

Disinggung soal kemungkinan salah satu kader akan melenceng dari perintah partai, Ketua Fraksi PAN DPRD Sultra meyakini hal tersebut tidak akan terjadi. Selama ini semua kader PAN kompak.  “Mungkin kalau “nakal” sedikit tidak apa-apa asal jangan berkhianat,” ujarnya. Ia pun sangat optimis dengan kemenangan yang akan direbut pada Pilgub 2018 nantinya. “Kita sangat optimis bisa merebut kemenangan. Dengan pasangan yang sangat ideal memadukan antara kultur dari daratan dan kepulauan, saya rasa pasangan ini  idaman masyarakat Sutra secara keseluruhan,” optimisnya.

Sementara itu, PDIP yang juga menjadi partai pengusung pasangan Asrun-Hugua juga mengungkapkan hal serupa. Bahkan Ketua Bapilu PDIP Sultra Nursalam Lada mengaku bisa merebut kemenangan hingga 80 persen pada Pilgub nantinya. “PAN dan PDIP memiliki instrumen partai terbesar dan tersebar merata di setiap daerah. Kalau maksimal, saya rasa bisa menang hingga 80 persen. Saat ini kader mulai bekerja,” yakinnya.

Wakil Ketua DPRD Sultra ini juga mengungkapkan pihaknya akan kembali melakukan konsolidasi dengan mengumpulkan sejumah kader hingga tingkat ranting dan kepala daerah asal PDIP. “Kita akan kumpulkan semua. Kita akan minta komitmen mereka untuk mendukung pasangan tersebut. Komitmen sebenarnya tidak perlu diragukan lagi. Namun konsolidasi ini diharapkan menjadi spirit tambahan bagi para kader dalam bekerja memenangkan Pilgub Sultra 2018 nantinya,” tuturnya, rabu (22/11).

Soal kader atau kepala daerah yang kemungkinan akan membangkang Nursalam Lada mengaku akan ada sankis. “Jika melanggar tentu ada sanksi. Namun seperti apa semua itu ada mekanismenya, dan itu semua akan ditentukan oleh dewan kehormatan partai. Saya yakin semua kader pasti akan tunduk dengan perintah partai tanpa terkecuali,” katanya.

Dicontohkan soal posisi Wali Kota Baubau As Tamrin yang diusung oleh PDIP dan juga NasDem, Nursalam mengungkapkan bahwa hal tersebut memiliki perbedaan. “Sebenarnya yang kaderkan wakilnya. Sementara itu  As Tamrin kita akui bahwa dirinya pasti akan berusaha untuk membantu memenangkan kita. Namun disisi lain juga pasti sudah berjanji untuk memenangkan pasangan yang diusung oleh NasDem. Jadi semua kita serahkan kepada yang bersangkutan. Kita hanya berharap bisa dibantu, kalau soal sanksi tentu tidak bisa karena dia bukan kader,” terangnya.

Sementara itu, Partai Nasdem juga mulai merapatkan barisan. Ketua DPW Nasdem Sultra, Tony Herbiansyah sudah menginstruksikan seluruh kader untuk mulai bekerja memenangkan pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas. Dia juga tidak akan mentolerir kalau ada kader berani melenceng dari pentintah partai. “Saya minta kader Nasdem, mulai kabupaten hingga tingkat ranting untuk memenangkan pasangan yang diusung partai,” imbuhnya. Sementara Golkar belum bisa fokus memenangkan “jagoannya”, sebab saat ini masih terlilit masalah internal. (b/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top