KPK Periksa Anggota DPRD Sultra – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

KPK Periksa Anggota DPRD Sultra

Tim KPK menggeledah kediaman mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman yang terletak di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu Kota Kendari, 2 Oktober lalu. Prosesnya kini sudah sampai pada pemeriksaan saksi. Foto: Dok/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kebut kasus penyalahgunaan wewenang yang dilakukan mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman. Setelah sempat memeriksa beberapa saksi termasuk Aswad, kini KPK kembali memanggil Anggota DPRD Sultra Isyatin Syam dan Kepala Rumah Sakit Konawe Utara (Konut) Sahriman. Kedua saksi tersebut dinilai mengetahui tentang perkara pemberian izin tambang yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan berlaku.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan bahwa kedua saksi tersebut diduga mengetahui tentang kejadian penyalahgunaan wewenang dan pemberian izin ekploitasi yang dikeluarkan tersangka Aswad Sulaiman (ASW). “Mereka (saksi,red) diduga mengetahui alasan terjadinya tindak penyalahgunaan wewenang dan penerbitan izin tambang yang dilakukan tersangka ASW,” kata Febri saat dihubungi via selulernya di Jakarta, rabu (22/11).

Soal fokus penyidik dan pertanyaan yang diajukan kepada saksi, Febri enggan membeberkannya. Kata dia, tersebut merupakan ranah dari penyidik dan tidak bisa dicampuri. “Saya tidak tahu kalau soal itu. Wilayah itu ranah penyidik dan tidak untuk dipublikasikan,” jelasnya.

Febri juga tidak menjelaskan lebih detail tentang sejauh mana kasus Aswad diproses. Tapi dia berjanji akan terus menyampaikan info terbaru, kalau sudah ada kejelasan. “Saya tidak tahu sejauh mana kebutuhan penyidik. Prinsipnya jika dirasa sudah cukup maka berkas akan dirampungkan untuk segera dituntaskan. Namun sebaliknya jika belum, penyidik masih akan terus melakukan pendalaman untuk kelengkapan berkas perkara,” terangnya.

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan satu tersangka yakni mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman (ASW). Diperkara yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 2,7 triliun tersebut, Aswad sudah pernah diperiksa sebagai tersangka pada Selasa (17/10) lalu, namun tidak dilakukan penahanan. (b/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top