Tujuh Desa di Butur Masih Gelap – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Buton Utara

Tujuh Desa di Butur Masih Gelap

KENDARIPOS.CO.ID — Jaringan penerangan listrik belum menyentuh semua daerah di Kabupaten Buton Utara (Butur). Tujuh desa di Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut) masih gelap gulita. Pemerintah belum bisa memastikan kapan desa itu bisa menikmati listrik sebagaimana wilayah lainnya pada empat kecamatan yang sudah lebih awal mendapat layanan penerangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Deretan tiang listrik memang sudah dipasang memasuki Kulut. Sayangnya, belum ada kabel distribusi karena terkendala pembersihan jaringan. Banyak masyarakat masih enggan merelakan tanamannya untuk ditebang karena tak ada ganti rugi.
Tokoh Masyarakat Kulisusu Utara, Armin menuturkan, jaringan listrik belum merata menyasar semua desa di Buton Utara. Sebanyak tujuh desa di kecamatan itu belum menikmati listrik sejak Indonesia merdeka 72 tahun terakhir.

Dia berharap, pemerintah dapat lebih proaktif dan peka terhadap jeritan hati rakyat khususnya persoalan tujuh desa itu yang masih gelap gulita agar segera menikmati listrik. “Masyarakat merasa ada perlakuan tak adil soalnya desa di kecamatan lain sudah bisa menikmati listrik. Sedangkan, tujuh desa di Kulisusu Utara belum,” ujar Armin, Selasa (21/11).

Mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Butur itu mengungkapkan, diera kepemimpinannya usulan agar kecamatan Kulisusu Utara segera menikmati listrik telah dilakukan. Tiang listrik telah dipasang. Sayangnya, masih terhambat proses pembebasan tanaman warga yang enggan ditebang sehingga menghambat proses pemasangan jaringan listrik. “Saya telah mengimbau warga dapat mengikhlaskan tanamannya,” kata Armin.

Sementara itu, Bupati Butur, Abu Hasan mengakui, jaringan listrik memang belum dapat melayani semua desa di Kecamatan Kulisusu Utara. Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu meminta warga dapat bersabar. Sebab proses pemasangan instalasi jaringan listrik melewati tujuh desa itu tengah dirampungkan. “Warga juga harus proaktif. Jika mau menikmati listrik harus mengikhlaskan tanamannya ditebang,” sindir Abu Hasan.

Ketua KONI Butur itu menginstruksikan, Camat Kulisusu Utara segera mengidentifikasi warga yang tak mau tanamannya ditebang. Jika butuh ganti rugi agar segera dibahas bagaimana solusinya. “Semua desa saya targetkan menikmati listrik. Kemarin, kediaman warga kecamatan Wakorumba Utara sudah terang benderang dengan listrik. Ada segelintir masyarakat tak mau tanamannya ditebang. Itu menjadi hambatan,” tandasnya. (c/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top