Kapolri : Jangan Bawa Isu SARA di Pilkada! – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Kapolri : Jangan Bawa Isu SARA di Pilkada!

Tito Karnavian

KENDARIPOS.CO.ID — Pilkada serentak 2018 yang kian dekat. Di Sultra ada tiga daerah yang bakal ikut, yakni Pilwali Baubau, Pilbub Konawe dan Kolaka. Termasuk juga pemilihan gubernur (pilgub) Sultra. Melihat perkembangannya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian khawatir. Sebab, belajar dari pilkada DKI Jakarta yang menyeret isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), Pilkada Serentak 2018 potensial terjadi hal yang sama.

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mengatakan bahwa kinerja kepolisian dan TNI akan lebih mudah bila kontestan pesta demokrasi tidak menggunakan isu sensitif yang dapat mengoyak persatuan bangsa. “Membuat bangsa menjadi terpecah,” ujarnya.  Kata dia, jangan sampai SARA menjadi isu untuk menyerang pihak lain. “Bila digunakan isu itu, jelas akan memecah belah bangsa. Jangan jadi komoditas ini semua,” terangnya.
Bila isu agama digunakan, maka mau tidak mau setiap orang akan memperjuangkan agamanya. “Masing-masing akan membela agamanya,” jelas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) tersebut.

Namun begitu, kunci lain dalam pilkada serentak kekompakkan Polri dan TNI. Kalau kompak penanganan masalah akan lebih baik. “Dua kekuatan ini yang terbesar,” ujar jenderal berbintang empat tersebut.  Dia menuturkan, Indonesia sebenarnya sudah matang dalam berdemokrasi. Lebih dari 10 tahun pemilihan presiden digelar. “Kita sudah terbiasa,” terangnya kemarin dalam acara di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pilkada DKI Jakarta, Polri menangani kasus Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang dinilai kental dengan isu SARA. Polemik itu membuat indikasi perpecahan yang begitu mengkhawatirkan. Berulang kali pengerahan massa dengan jumlah besar terjadi. Terpecahnya masyarakat begitu tampak di media sosial. Saling serang terjadi, yang bahkan membuat bermunculan laporan terkait isu SARA. Maka, pilkada serentak 2018 dikhawatirkan terjadi hal yang sama.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo juga mengeluarkan imbauan serupa. Menurutnya, isu SARA sangat rentan dihembuskan orang-orang yang mau cari keuntungan sendiri di pilkada. “Semua kandidat dan pendukung harus menjauhi masalah ini,” ujarnya. Tjahjo juga meminta semua elemen menjaga kondusivitas selama pilkada berlangsung. Dia berharap penyelenggara (KPU dan Bawaslu) bisa menjaga integritas dan profesionalismenya dalam bekerja. Sebab, tidak sedikit kericuhan saat pilkada terjadi karena mereka tidak maksimal dalam menjalankan tugas. “Termasuk juga soal data pemilih. Seolah-olah proses validasi data tidak pernah tuntas, sehingga memicu masalah,” katanya.

Bukan hanya itu, sumber masalah lain yang juga jadi penyebab adalah para kandidat. Ada diantara calon atau tim sukses yang memancing persoalan, sehingga pendukung pasangan lain tersinggung. Akibatnya, muncul keributan dan berimbas pada keamanan daerah. “Saya harap semua paslon nanti berpolitik santun. Jangan halalkan segala cara untuk meraih kemenangan,” jelasnya. Untuk diketahui, pada pilkada serentak tahun depan, ada tiga pilkada plus pilgub di Sultra. Dia berharap kandidat tidak melakukan kampanye hitam dan menggunakan isu sara selama pilkada. “Kita tidak ingin terjadi lagi PSU. Sebab itu hanya menghabiskan waktu, materi dan tenaga. Semoga saja pilkada di Sultra lebih baik lagi, termasuk daerah lain,” imbuhnya. (b/yog/idr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top