DPRD Muna Segera Bentuk Pansus Usut Pendistribusian Randis yang Salah Sasaran – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

DPRD Muna Segera Bentuk Pansus Usut Pendistribusian Randis yang Salah Sasaran

KENDARIPOS.CO.ID — Peruntukan 28 unit kendaraan dinas (Randis) roda dua yang tak sesuai sasarannya kini menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna. Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan dianggap mengabaikan persoalan tersebut. Makanya, anggota dewan akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas pengadaan Randis yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 ini.

Sebelum pembentukan Pansus, DPRD akan memanggil instansi teknis untuk mempertanyakan realisasi dari instruksi sebelumnya. Sebab, saat rapat Badan Anggaran, telah ada kesepakatan bersama agar motor tersebut diberikan pada bidan desa sesuai aturan. Pasalnya, bidan sebagai abdi masyarakat, sangat membutuhkan kendaraan opeasional tersebut untuk pelayanan. Apalagi, pada daerah terpencil.

“Terkadang tugas-tugas kebidanan tidak efektif. Makanya, dianggarkan pengadaan motor. Tapi dalam realisasinya, tak sesuai. Untuk itu, satu atau dua hari ini, kita rapat. Ini harus ada tindaklanjutnya. Apakah kendaraan sudah diberikan ke bidan atau tidak,” tegas Ketua Komisi III DPRD Muna, Awaludin, Selasa (21/11).

Jika dalam pertemuan itu, Dinkes belum bisa memberikan klarifikasi pada kewenangan yang dinilai salah, maka DPRD tentu mengambil langkah-langkah tegas. Pansus menjadi jawaban agar kendaraan roda dua itu diberikan sesuai aturan perundang-undangan. “Pansus dibentuk. Kemudian dilaporkan pada pimpinan. Selanjutnya pimpinan kami yang bersurat,” ungkap politisi PAN tersebut.

Awaludin juga kembali menjelaskan, sebenarnya dalam nomenklatur penganggaran, untuk peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas, DAK dasar kesehatan 2017. Dengan rincian, Rp 600 juta diplotkan pembelian kendaraan roda dua. Sementara, pengadaan dua unit mobil sebesar Rp 400 juta. “Kalau jumlah motor, instansi teknis yang tahu persis. Namun, berdasarkan analisa, jika pengadaan motor Rp 20 juta perunit, maka berarti pengadaannya 30 unit. Makanya, ini yang dipertanyakan terus,” pungkasnya. (c/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top