Ratusan Guru Agama di Kendari Ikut Lomba Mengaji – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Ratusan Guru Agama di Kendari Ikut Lomba Mengaji

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pasca evaluasi 200 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Kemenag Kota Kendari mulai membina para guru itu secara kontinyu. Untuk mengukur sejauh mana mereka mempelajari Al Quran, Kemenag menggelar lomba dan melibatkan semua guru agama. Lomba itu sudah dimulai Senin (20/11) kemarin dan akan diumumkan hasilnya Desember mendatang.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Kendari, Sunardin mengatakan lomba itu tidak hanya melibatkan 107 orang guru PAI yang masuk kategori tak bisa mengaji pada evaluasi sebelumnya. Tetapi juga diikuti secara keseluruhan yakni sekitar 200 guru agama sekolah umum (SD,SMP dan SMA/SMK) dan madrasah (ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah) sekitar 230 orang.

“Kita tes semua, kemarin, senin (20/11) yang dites itu guru PAI. Ini madrasah juga ikut, nanti kita lihat ada berapa yang belum bisa sama sekali mengajinya. Tapi saya yakin sudah berkurang dari angka 107 itu, karena kita sudah lakukan pembinaan dan mereka juga bersemangat,” papar Sunardin di ruang kerjanya.

Dia memastikan tidak akan ada upaya “main mata”, untuk menutupi kekurangan guru. Sebab dewan hakim dari pihak Kemenag Provinsi Sultra. Lomba itu juga digelar dalam rangka menyambut HUT Kementerian Agama pada 3 Januari mendatang. “Nanti ada batas nilai, kalau masih dibawah 65 kami anggap belum mempuni sebagai seorang guru agama. Karena bagaimana mereka mengajarkan materi ke siswa kalau mereka (guru) belum fasih juga,” tambahnya.

Hukuman penundaan pencairan tunjangan bagi guru agama yang tak mampu mengaji kata dia masih berlanjut sampai saat ini. Sanksi itu kata Sunardin, sudah mendapat restu juga dari Kakanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir. Bahkan beberapa yang dianggap sangat minim bacaan A Qurannya telah dipanggil untuk diberikan pemahaman. “Ada 10 orang yang dipanggil langsung menghadap Kakanwil karena sangat kurang bacaan. Bahkan belum mengenal apa itu tajwid, mahrad, dan tanda-tanda baca,” lanjutnya.

Mantan Kasi Umrah dan Haji Kemenag Kota Kendari ini berharap melalui lomba dan penundaan tunjangan itu, maka bisa memotivasi guru untuk mampu memahami bacaan dan isi kitab suci umat Islam itu. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top