Momentum Tunaikan 30 Persen Aleg Perempuan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Momentum Tunaikan 30 Persen Aleg Perempuan

Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata, Ketua KPPI Sultra, Suleha Andi Bahar berfoto bersama pengurus KPPI Sultra, senin (20/11). Foto: Marwan Abidin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sultra menatap optimis Pemilu 2019. Amanat Undang-Undang (UU) yang memporsikan 30 persen keterwakilan perempuan menjadi memontem yang tepat. Untuk itulah, kaum perempuan diminta menyosong peluang ini untuk tampil pada pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2019 mendatang.

Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata berharap partisipasi perempuan dalam setiap Pemilu atau pilcaleg semakin meningkat. Tidak hanya karena amanah UU, namun kerana telah terbentuknya wadah yang membantu kaum perempuan menyiapkan diri maju pada Pilcaleg. Makanya, KPPI Sultra diharapkan mampu mengambil peran untuk mewujudkan hal tersebut dan menjadi wadah yang tepat mengedukasi perempuan dalam berpolitik.

Mantan Bupati Muna ini menambahkan perempuan tidak menjadi kader ‘janggut’. Artinya, kader janggut itu tumbuhnya dari atas ke bawah. Misalnya, terpilih karena anaknya siapa, dari keluarga mana. Demikian juga perempuan jangan mengandalkan suami atau pemerintah daerah (Pemda).  “Harusnya, mereka terpilih karena ada upaya nyata dan kerja keras membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar,” katanya usai melantik pengurus KPPI Sultra periode 2016-2021 di Plaza Inn, senin (20/11).

Menurutnya, ada banyak cara untuk mensosialisasikan diri. Jangan menunggu saat ada kepentingan baru muncul di tengah masyarakat. Pada moment tertentu, mereka bisa memperkenalkan diri. Misalnya, menghadiri pesta di masyarakat, ikut melayat, dan bentuk kegiatan sosial lainnya. “Jadi, dari sekarang harus menumbuhkan itu, jiwa sosial,” ungkapnya.

Ketua KPPI Sultra, Suleha Andi Bahar mengaku siap mengemban amanah ini. Untuk merealisasikan 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen, peningkatan kapasitas perempuan menjadi program yang menjadi prioritasnya. Makanya, seluruh anggota KPPI harus dibekali pengetahuan dan pemahaman. Apalagi keterwakilan perempuan di lembaga legislatif khususnya di Sultra masih  belum mencapai 30 persen, termasuk DPRD Sultra.

“Saat ini, sudah ada Aleg perempuan di DPRD namun masih kurang. Pada tahun 2019 mendatang, kami menargetkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen bisa terealisasi. Makanya, upaya-upaya itu harus dilakukan mulai sekarang,” katanya ditemui disela acara berlangsung.

Menghadapi Pemilu 2019, kader (KPPI) akan dibekali. Saat ini, keterwakilan perempuan hanya sebagai pelengkap Parpol untuk lolos.  Dengan adanya KPPI, politisi perempuan bisa memahami tentang apa yang akan dilakukan dengan jalan mengadakan pembinaan dan pelatihan pendidikan kepada perempuan. “Karena kita juga malu ketika diberikan kesempatan sebagai calon di partai itu. Dia tidak mampu menyampaikan aspirasi, cuman datang, duduk dan diam. Kebanyakan juga begitu. Dan untuk 2019, kita mencoba membawa perempuan untuk paham seperti itu, SDM nya,” tandasnya. (b/wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top