Kekuatan Golkar Terbelah Dua, Nurdin Halid Siap Pimpin Golkar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Kekuatan Golkar Terbelah Dua, Nurdin Halid Siap Pimpin Golkar

Ilustrasi Golkar

KENDARIPOS.CO.ID — Pengamat politik Adi Prayitno menilai ada sejumlah faktor yang menentukan siapa nantinya terpilih menjadi Ketua Umum Golkar untuk menggantikan Setya Novanto yang saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk Elektornik (E-KTP).

Faktor-faktor tersebut antara lain, kapasitas dan kompetensi. Kemudian siapa yang memenangkan pertarungan saat suksesi dilaksanakan. “Jadi faktor-faktor tersebut sangat menentukan. Kompetensi dan kapasitas memang penting, tapi menurut saya yang paling menentukan siapa yang menenangkan pertarungan saat suksesi,” ujar Adi kepada JPNN, Senin (20/11).

Menurut pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Syarief Hidayatullah ini, secara kasat mata kekuatan Golkar kini terbelah dua yakni antara kubu Setya Novanto dan Jusuf Kalla.

“Tapi sepertinya akan ada kubu alternatif yang coba dikonsolidasikan. Terutama oleh kubu Airlangga. Di Golkar friksi semacam ini sudah biasa. Jika kubu Novanto yang menang, bisa dipastikan dukungan terhadap Jokowi dan pemerintah aman,” ucapnya.

Namun sebaliknya, jika kubu lain yang menang kata Adi, kemungkinan dukungan terhadap Jokowi bisa ditinjau ulang. Baik saat ini maupun pada pencalonan presiden 2019 mendatang. “Bahkan kemungkinan besar dukungan bakal ditarik dan memunculkan calon lain yang justru berpotensi melawan Jokowi di Pilpres 2019. Kemungkinan itu cukup terbuka,” pungkas Adi.

Ketua Harian Partai Golkar (PG) Nurdin Halid mengaku siap jika nantinya ditunjuk menjadi pelaksana tugas (plt) ketum Golkar, menggantikan Setya Novanto yang kini dikurung KPK berstatus tersangka korupsi proyek e KTP. Nurdin mengatakan, berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar, ketua harian otomatis menggantikan posisi ketum, jika orang nomor satu di partai berhalangan.

Namun menurut Nurdin, semua keputusan akan ditentukan dalam rapat pleno DPP PG yang akan digelar, Selasa (21/11). Rapat pleno yang menentukan apakah ada plt, musyawarah nasional luar biasa (munaslub) atau lainnya.

Jika pleno memutuskan Nurdin menjadi plt ketum, maka politikus asal Sulawesi Selatan ini mengaku sangat siap melaksanakan tanggung jawab tersebut. “Iya, otomatis itu harus diterima karena tugas dan tanggung jawab,” kata Nurdin saat dihubungi wartawan, Senin (20/11). (boy/gir/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top