40 Sekolah di Sultra Tampil di Pentas GSMS – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

40 Sekolah di Sultra Tampil di Pentas GSMS

Penampilan tarian daerah oleh salah satu peserta SD dalam pementasan GSMS 2017 di Taman Budaya Sultra, Sabtu (18/11). Foto: Marwan Abidin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 40 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Sultra mementaskan dengan baik hasil akhir pembelajaran seni di sekolah. Siswa-siswa sekolah menengah dan murid SD menampilkan beragam seni dalam acara yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra bertajuk yakni gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) tahun 2017 di Taman Budaya Provinsi Sultra, Sabtu (18/11).

Kasubdit Seni Media Direktorat Kesenian Kemendikbud RI, Edi Irawan menjelaskan GSMS tersebut digalakkan sejak tahun 2015 dibawah kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan saat itu. Kata Edi Irawan, seniman perlu kembali ke sekolah untuk membagi pengetahuannya. Apalagi guru-guru yang mengajar tentang seni budaya masih minim. Berangkat dari pemikiran minimnya pengajar seni budaya, maka lahirlah terobosan agar ada gerakan mencintai seni di sekolah-sekolah. Salah satunya dengan melibatkan pemerintah melalui Dinas Dikbud Sultra, seniman, orang tua pelajar dan guru-guru di sekolah.

Nah, pada GSMS 2017 ini dilaksanakan serentak di 26 provinsi di Indonesia. Sebanyak 1.320 seniman tersebar di 2.460 unit sekolah tingkat SD SMP dan SMA sederajat. Bahkan, pada tahun 2018, ditarget bisa dilaksanakan di 34 provinsi. Apalagi, kata Edi Irawan, dana GSMS dekonsentrasi dikelolah oleh Dikbud provinsi. “GSMS ini juga menjadi program yang berjalan terus setiap tahunnya. Anggarannya di kelola Dikbud. Sehingga, kedepan setiap provinsi harus menyelenggarakan GSMS ini,” ujar Edi Irawan ditemui disela-sela GSMS di Taman Budaya.

Menurutnya, GSMS dengan ini bukan akhir dari segalanya. Harus berkelanjutan sebab peserta didik hanya mendapat waktu belajar kesenian hanya empat bulan. Dengan waktu relatif singkat itu, maka anak-anak tidak serta merta mengetahuinya. Apalagi dalam GSMS ini terdapat nilai-nilai pewarisan budaya. Peserta didik juga berlatih disiplin, kerjasama dan saling menghargai.

Mengingat pendidikan kesenian menjadi penguat karakter anak maka sangatlah penting untuk diajarkan melalui porsi jadwal yang cukup. “Kami sangat berharap kesenian itu punya porsi yang lebih besar di sekolah. Pendidikan hati nurani itu sangat penting. Semua orang bisa hebat, pintar akal budi, rasional tapi kalau hati tidak tertata baik pasti hasilnya tidak berbuah manis,” ungkap Edi Irawan.

Penanggung jawab pementasan GSMS, PPTK Dikbud Sultra, Johanis Ha Bawondes mengungkapkan kegiatan ini di Sultra memang baru pertama kali dilaksanakan. Hanya 40 sekolah yang direkomendasikan, yakni jenjang SD dan SMP masing-masing 12 unit sekolah. Sedangkan jenjang SMA/SMK terdapat 16 unit. Umumnya dari Kota Kendari dan kabupaten terdekat. Johanis mengaku puas melihat pementasan seni meski peserta didik hanya mendapat porsi 27 kali pertemuan dari seniman dan guru sekolah. “Yang ditampilkam adalah seni pertunjukkan, seni musik, tari, teater, rupa dan lukis,” ujar Johanis.

Kepala Taman Budaya Sultra, Dodhy Syahrulsah, mengapresiasi GSMS tersebut. Taman budaya sebagai bagian ekspresi kemajuan kebudayaan melalui penyiapan sarana prasarana. Taman budaya hadir untuk menjadi barometer dan etalase pelestarian budaya yang ada di daerah untuk mendukung kemajuan budaya nasional serta sebagai perekat kemajemukan. “GSMS ini sangat positif. Karena memang ini sarana untuk mengekspresikan budaya kita agar eksistensinya terus terlestarikan,” tukasnya. (wan/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top