TNI-Polri Berhasil Bebaskan 344 Warga Terisolasi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

TNI-Polri Berhasil Bebaskan 344 Warga Terisolasi

Foto: Kontributor Jayapura, Jhon Roy Purba

KENDARIPOS.CO.ID — Setelah kondisi sempat mengambang, Satgas Gabungan TNI-Polri melakukan terobosan dalam isolasi desa di Papua. jumat (17/11) Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil melakukan operasi pembebasan terhadap 344 warga Desa Kimbeli dan Longsoran, Banti. Masih ada 956 warga di kedua desa yang belum bisa dievakuasi. Sebagian warga menolak untuk dievakuasi karena enggan untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menuturkan, Satgas Gabungan ini telah berhasil bahu- membahu untuk bisa melakukan evakuasi terhadap warga desa yang diisolasi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). ”Saat evakuasi itu diketahui jalanan itu rusak berat, sulit untuk kendaraan bisa masuk,” paparnya.

Setelah mampu memukul mundur KKB, evakuasi dilakukan secara bertahap dengan berjalan kaki. Untuk hari ini akhirnya 344 warga Kimbeli dan Longsoran, Banti bisa diselamatkan. Untuk warga Kimbeli perinciannya 104 laki-laki, 32 perempuan dan 14 anak-anak. Lalu, Longsoran terdapat 153 laki-laki, 31 perempuan dan 10 anak-anak. ” Untuk warga yang telah dievakuasi, selanjutnya akan pulang ke kampung asalnya. Karena sebagian merupakan pendatang. Kami meminta doa dari masayrakat Indonesia agar operasi pembebasan ini berjalan lancar,” tutur mantan Kapolda Banten tersebut.

Sementara Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George E. Supit mengatakan, operasi penyelamatan dilaksanakan lantaran upaya negosiasi TNI – Polri dengan KKB berujung jalan buntu. ”Negosiasi menemui jalan buntu sehingga kami lakukan operasi penyelamatan,” terang dia. Dalam operasi tersebut, mereka fokus menyelamatkan seluruh masyarakat di Dusun Banti dan Dusun Kimbely yang sempat terisolasi. ”Seluruhnya kami selamatkan,” tegasnya.

Berdasar keterangan Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, sejak pagi buta, pasukan Kopassus, Batalyon Infantri 751/Vira Jaya Sakti, dan Pasukan Intai Tempur (Taipur) Kostrad sudah bergerak. Mereka diperintahkan untuk menguasai Dusun Banti dan Dusun Kimbely. ”Kopassus sebanyak 13 orang dibantu Raider 751 (berjumlah) 30 orang bergerak cepat menguasai Kimbely. Sedangkan dua tim Taipur Kostrad bertugas menguasai Banti,” terang dia.

Pergerakan dimulai dari Dusun Kimbely. Setelah dusun tersebut berhasil dikuasai, kata Aidi, pangdam langsung memerintahan seluruh pasukan menguasai pos pengamanan yang diduduki oleh KKB. ”Kurang dari dua jam seluruh medan berhasil dikuasai,” jelasnya. Ketika diserbu oleh pasukan tersebut, KKB melarikan diri ke hutan dan gunung. Sampai berita ini dibuat, belum bisa dipastikan ada atau tidak anggota KKB yang terluka maupun tewas. Pasukan yang diterjunkan dibawah komando pangdam pun tidak langsung mengejar KKB yang melarikan diri. ”Karena cuaca belum memungkinkan,” imbuh Aidi. Sesuai tujuan awal, mereka lantas memulai proses evakuasi bersama Polri. ”Setelah seluruh wilayah dikuasai dan situasi dinyatakan aman, pangdam berkoordinasi dengan kapolda agar segera mengirimkan tim evakuasi,” terang dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh Tim Satgas Terpadu TNI – Polri sampai sekitar pukul 14.00 WIT. Namun, tidak seluruh masyarakat yang sempat terisolasi bersedia di evakuasi. ”Penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik,” jelas dia. Karena itu, aparat keamanan menempatkan pasukan untuk berjaga di dua lokasi tersebut. Tidak kurang dua satuan setingkat kompi (SSK) ditugaskan berjaga. Selanjutanya, mereka fokus mempertahankan lokasi yang sudah dikuasai agar tidak kembali ke tangan KKB. Disamping berjaga untuk melindungi masyarakat yang enggan dievakuasi, mereka ditempatkan di sana untuk mengamankan pembangunan pos pengamanan permanen. ”Karena akan dibangun pos pengamanan permanen,” ungkap Aidi. Soal operasi lanjutan untuk mengejar KKB yang melarikan diri, dia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Yang pasti untuk saat ini aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang bertugas di Papua fokus mengamankan lokasi yang sudah bebas dari KKB. Ketika ditanya soal operasi penyelamatan di Papua jumat (17/11), Menko Polhukam Wiranto memilih tidak terlalu banyak komentar. Namun demikian, dia tetap mengapresiasi kinerja TNI – Polri yang berjibaku menyelamatkan masyarakat. ”Ya bagus, Alhamdulillah,” kata dia singkat. Sementara Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) Sebby Sambo menuturkan, di Papua tidak ada KKB, melainkan TNPPB. ”Yang kami lakukan itu bukan kriminal, tapi perjuangan,” paparnya dihubungi Jawa Pos jumat (17/11). Informasi soal penyanderaan di desa Kimbeli dan Banti itu sama sekali tidak benar. Hal tersebut hanya skenario bohong dari TNI dan Polri. TNPPB sama sekali tidak melakukan penyanderaan terhadap masyarakat. ”Kami ini tidak melawan masyarakat, tapi melawan TNI dan Polri. Kombatan melawan kombatan,” ujarnya.

Masyarakat diperbolehkan untuk beraktivitas apapun di kedua desa. TNPPB sama sekali tidak melakukan pembatasan. ”Hanya saja, bila memang ada warga yang kami datangi itu biasanya yang merupakan mata-mata dari TNI dan Polri,” tuturnya. Dengan begitu, pembebasan atau evakuasi warga yang diklaim TNI-Polri itu hanya skenario lain untuk menguatkan skenario adanya penyanderaan atau isolasi. ”Itu tujuannya untuk meyakinkan masyarakat kalau ada isolasi atau penyanderaan, tidak ada semua itu,” jelasnya. Apakah ada solusi agar bisa berdamai? Dia mengatakan bahwa sebenarnya urusan TNPPB ini dengan Presiden Jokowi beserta menterinya. Bukan dengan TNI dan Polri. ”Kami ingin negosiasi, tapi dengan ditengahi PBB,” ujarnya. Dia menambahkan, tidak ada pemerkosaan dan pemerasan terhadap warga. TNPPB merupakan masyarakat itu sendiri. ”Kami pastikan bukan kami yang melakukan pemerkosaan. Kalau untuk ambulan itu ada TNI dan Polisi yang memakai ambulan itu,” tegasnya. (idr/syn/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top