Jembatan di Butur Ambruk, Mobil Terperosok – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Buton Utara

Jembatan di Butur Ambruk, Mobil Terperosok

HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
Jembatan penghubung Soloy Agung di Kecamatan Kulisusu Barat, mengalami kerusakan parah dan nyaris ambruk. Satu kendaraan roda empat bahkan terperosok.

KENDARIPOS.CO.ID — Jembatan penghubung Soloy Agung di Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara (Butur) mengalami kerusakan parah dan nyaris ambruk. Satu kendaraan roda empat bahkan terperosok. Kondisi itu menyebabkan kemacetan. Agar akses kendaraan kembali bisa melintas, masyarakat setempat secara gotong royong membenahi jembatan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra yang menghubungkan rute Baubau-Ereke dengan kayu seadanya.

Sebagai organisasi perangkat daerah terkait, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Butur telah meninjau jembatan yang ambruk itu untuk segera melakukan pembenahan. Warga Kecamatan Kulisusu Barat, La Diima, menuturkan, jembatan yang rusak parah tak kunjung dibenahi tersebut akhirnya ambruk. Satu mobil terperosok dan menyebabkan kemacetan. Warga dengan kendaraan roda empat yang ingin melintas harus menunggu berjam-jam kerena transportasi darat tersendat akibat jembatan rusak.

“Puluhan mobil tertahan. Tak bisa menyeberang kerena kayu jembatan ambruk. Satu mobil terperosok di tengah jembatan Soloy Agung,” ujar La Diima, Kamis (16/11). Bapak tiga orang anak ini mengungkapkan, kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Jika tidak secepatnya diperbaiki akan berakibat fatal pada terputusnya akses transportasi darat. Imbasnya, mobilisasi masyarakat dan barang kebutuhan serta pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian sulit melintas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Wawan Wardaya mengungkapkan, meski bukan tanggung jawab instansinya, ia telah mengerahkan anak buahnya untuk mengecek sekaligus membenahi jembatan. Wawan mengaku, telah melaporkan kondisi jembatan itu ke Pemprov Suktra namun tak kunjung dibenahi.

“Banyak jembatan melintasi jalur ruas provinsi butuh pembenahan. Pemkab tidak bisa memperbaiki secara menyeluruh karena bukan tanggung jawab kami. Ini bukan dalih untuk tidak membenahinya, tetapi regulasi yang tak membolehkan,” ujar Wawan Wardaya. Mantan Kepala Bidang Bina Marga itu menambahkan, hanya bisa memperbaiki jembatan dengan mengganti kayu penyangga yang lapuk. “Bukan hanya jembatan Soloy Agung yang butuh pembenahan. Kurang lebih masih ada lima jembatan lainnya. Bahkan ada hanya menggunakan pohon kelapa. Pengendara salah jalan sedikit, terperosok,” katanya. (b/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top