Guru Anggota Panwascam Konut Diminta Memilih, Tanggalkan Panwas atau Sertifikasi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Guru Anggota Panwascam Konut Diminta Memilih, Tanggalkan Panwas atau Sertifikasi

KENDARIPOS.CO.ID — Keikutsertaan guru sertifikasi menjadi anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Konawe Utara (Konut) terus menjadi polemik. DPRD mendesak agar guru sertifikasi harus mempunyai kesadaran individu untuk menentukan pilihan antara menekuni profesi sebagai guru atau menekuni sebagai anggota Panwascam. Apalagi keberadaan guru di Konut sangat minim. Penegasan itu terlontar saat rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Konut bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud), dan ketua panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) Konut.

Kadis Dikbud Konut, Lapeha mengaku tidak mengetahui adanya guru sertifikasi yang mengikuti seleksi Panwascam yang dihelat Panwaslu. Ia baru mengetahui setelah ada riak dan protes terkait keberadaan guru sertifikasi yang dinyatakan lolos menjadi anggota Panwascam. “Sejak dari awal saat perekrutan Panwascam, kami tidak pernah tahu. Nanti kami tahu setelah mereka lulus. Karena sudah mencuat dipermukaan adanya protes masyarkat di media massa. Makanya, saat mereka datang untuk meminta rekomendasi terpaksa saya pending dan saya tidak pernah mau menandatangani rekomendasi tersebut,” ujar Lapeha dihadapan anggota DPRD Konut.

Berdasarkan hasil pendataan, ada delapan delapan guru yang lolos menjadi anggota Panwascam. Enam diantaranya adalah guru berstatus PNS sertifikasi dan dua diantaranya adalah guru sertifikasi non PNS. “Guru sertifikasi ini yang membuat pernyataan siap menjalankan tugasnya sebagai guru dan Panwascam,”katanya.

Pernyataan itu sontak membuat geram Wakil Ketua DPRD Konut, H Sudiro. Menurutnya, guru sertifikasi dituntut mampu bekerja profesional dalam menjalankan tugas. Untuk itulah, tidak boleh rangkap jabatan. Makanya, mereka harus memilih menjadi guru atau menjadi anggota Panwascam. “Kita ingin kualitas yang bagus. Kita ingin kader-kader yang qualified. Sepertinya sudah tidak ada lagi orang di Konut yang mampu. Kaya tinggal guru saja yang ada. Saya tekankan Pemilu harus sukses dan guru juga harus sukses. Dari segi keadilan sudah tidak ada lagi, sudah anggota Panwascam, guru sertifikasi lagi,” tandas Sudiro.

Politisi PAN Konut meminta profesi guru jangan sampai terbebas dari unsur politis. Makanya, hal-hal yang berbau politis harus dihindari. Sebagai tenaga pendidikn, mereka harus menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya. “Ini demi kebaikan kita semua. Jangan sampai tugas Panwascam gagal dan guru juga gagal,” sindirnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Konut, Abdul Makmur mengatakan semua warga negara memiliki hak yang sama untuk menjadi Panwascam. Bila memenuhi kriteria akan direkrut tak terkecuali guru. “Kan ada tahap seleksi administrasi. Dalam regulasi tidak ada yang disebutkan profesinya. Kalau memenuhi syarat iya diloloskan. Apalagi ada rekomendasi dari kepala sekolah. Setelah kami periksa mereka memenuhi syarat,” argumennya.

Sebelum dilantik menjadi Panwascam lanjutnya, mereka telah menandatangani surat pernyataan untuk bekerja sepenuh waktu. Selema syarat itu terpenuhi, Panwaslu tidak memiliki alasan untuk menggantikan atau memecatnya. Pernyataan itu langsung ditanggapi Wakil Ketua DPRD Konut, H Sudiro. Ia menilai tugas guru tidak bakal efektif bila menjalankan dua profesi sekaligus. Makanya, dalam tersebut DPRD tetap merekomendasi agar dinas Dikbud Konut harus memberikan pilihan pada guru sertifikasi menanggalkan salah satunya agar tercipta kinerja yang profesionalitas. (b/min).

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top