Dugaan Korupsi, Jaksa Teliti Berkas Kadis Pendidikan Buton – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi, Jaksa Teliti Berkas Kadis Pendidikan Buton

KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan korupsi yang menyeret Kepala Dinas Pendidikan Buton, La Renda kini bergulir ke meja jaksa. Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Buton sudah melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton. Pelimpahan berkas tahap satu itu sebenarnya dilakukan untuk kedua kalinya. Sebelumnya berkas perkara yang dilimpahkan dinilai belum lengkap. Kajari Buton, Adriansyah melalui Kepala Seksi Intelejen, Tabrani, mengatakan pelimpahan kali ini merupakan yang kedua kalinya. “Pelimpahan dilakukan belum lama ini. Sekarang sudah ada di meja jaksa dan sedang diteliti kembali oleh jaksa,” ujar Tabrani, kepada Kendari Pos, Kamis (16/11/2017).

Pelimpahan pertama, berkas tersangka dinyatakan belum lengkap, karena masih ada sebagian syarat formil dan materiil belum dicantumkan. Adapun syarat yang belum dilengkapi penyidik Kepolisian tersebut yakni berupa fakta sesungguhnya atas kasus yang menimpa La Renda. Selain itu, kata dia, berdasarkan penelitian sebelumnya, berkas La Renda masih digabungkan dengan kegiatan lainnya, seharusnya tersangka tidak tersangkut paut pada kegiatan itu. “Hasil penelitian kami tersangka ini kemungkinan terlibat pada satu kegiatan saja,” kata Tabrani.

Diketahui, kasus dugaan korupsi dana bantuan transmigrasi dari Kementerian sebesar Rp 1 miliar untuk proyek pembukaan lahan dan pengadaan sarana air bersih. Ditemukan kerugiaan negara yang mencapai Rp 400 juta. Pekerjaan berlokasi di Lapokamata Kecamatan Lasalimu, Buton. Saat itu, La Renda menjabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buton tahun 2015. Untuk kegiatan penggalian sumur sesuai dengan perjanjian kontrak nilai anggarannya sekira Rp 432.564.000, kerugian negaranya mencapai Rp 192 juta. Sedangkan untuk pembukaan lahan nilai anggarannya Rp 458.701.000, dengan kerugian negara mencapai Rp 231 juta. Realisasi fisik pekerjaan tidak sesuai dengan realisasi anggaran yang mencapai 100 persen.

Kasus ini menyeret enam tersangka, selain La Renda yakni kontraktor pekerjaan, La Atiri, Rifaldi mencairkan dana, Muh.Aris selaku Direktur CV. Jala Rambang, Hayan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Iksanuddin. La Renda dan kawan-kawan kini masih ditahan di Polres Buton. Mereka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jucnto pasal 55 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun pidana kurungan. (m1/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top