Cabuli Pelanggan Salon, Waria di Konawe Diburu Polisi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Cabuli Pelanggan Salon, Waria di Konawe Diburu Polisi

Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam

KENDARIPOS.CO.ID — Ade, karyawan sebuah salon di Unaaha, Konawe sesungguhnya laki-laki tulen. Tapi soal urusan orientasi seksual, dia cenderung suka sesama jenis. Lantaran tak sanggup menahan syahwatnya, kini dia dicari polisi. Ade yang juga seorang waria dicari polisi setelah dilaporkan orang tua korban berinisial AA yang masih berumur 14 tahun. Dia diduga melakukan tindak pidana pelecehan dan kekerasan seksual.

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam membenarkan tim khusus yang dibentuk masih mencari keberadaan terlapor, Ade. Ceritanya, hari Sabtu (21/10) lalu, usai mencuci sepeda motor, korban AA bersama dua temannya berinisial I (20) dan R (21) mampir di salon terlapor. Kedua teman AA hendak cukur rambut. Mereka juga sempat menonton TV. Saat bersantai itulah, Ade menghampiri korban sekira pukul 19.00 wita sembari membuka celana korban. Ade melakukan pelecehan seksual dengan memegang alat vital korban.

“Korban sempat menolak, namun terlapor tetap memegang alat kelamin dan dioral terlapor hingga korban mengeluarkan sperma. Setelah itu, korban diberikan uang Rp 50 ribu, dan disuruh pulang. Korban sepertinya tertekan, mengingat ia juga masih di bawah umur,” ujar Iptu Rachmat Zam Zam, Kamis (16/11).

Esoknya, keluarga korban melihat video di media sosial. Rupanya, peristiwa itu sempat direkam oleh saksi inisial R (21), rekan korban dan telah diposting di facebook. Keluarga korban melaporkan video tersebut kepada orang tua AA. Tak terima anaknya dicabuli, ibu korban melaporkan kejadian tersebut di Polres Konawe. “Setelah menerima laporan beserta alat bukti video, dan keterangan korban serta saksi, saya langsung membentuk tim untuk mencari terlapor, namun diduga ia telah melarikan diri, dan kini ia ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelas Iptu Rachmat Zam Zam.

Menurut keterangan korban AA, pelaku bertubuh tinggi sekira 170 centimeter, kulit sawo matang, kepala plontos, dan bentuk badan proporsional. Hingga kini, polisi belum mengetahui kemana korban melarikan diri. “Kita sebar informasi ke semua Polsek dan Polres untuk membantu pencarian terlapor,” pungkasnya. Terlapor Ade dijerat pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindaungan anak. Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (hel/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top