Tak Tahu Mengaji, 107 Guru Agama di Kendari Disuruh Belajar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Tak Tahu Mengaji, 107 Guru Agama di Kendari Disuruh Belajar

KENDARIPOS.CO.ID — Ironis memang. Menyandang predikat guru agama namun tak fasih mengaji. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari segera bersikap. 107 guru agama itu akan dipanggil dan diwajibkan mengikuti bimbingan atau pelatihan lanjutan agar fasih membaca Al Quran.

Kepala Kemenag Kota Kendari, Samsuri memastikan agenda pelatihan lanjutan seratusan guru agama tersebut, sebab awal Agustus hingga Oktober lalu, guru-guru dari jenjang SD,SMP dan SMA itu telah mengikuti pembinaan membaca kitab suci Al Quran. Samsuri juga membenarkan dari 218 guru agama di Kota Kendari dari seluruh tingkatan sekolah, terdapat sekira 107 yang tidak fasih membaca Al Quran. “Masa guru agama tidak tahu mengaji. Apa yang dia mau ajarkan sama muridnya. Olehnya itu kami lakukan bimbingan secara berkala, dan besok (hari ini) akan kami panggil untuk mengikuti pembinaan selanjutnya,” ujar Samsuri saat ditemui disela-sela sidang itsbat nikah di aula bertakwa kantor Wali Kota Kendari, Rabu (15/11).

Adanya guru agama yang tidak fasih mengaji tersebut menurut Samsuri karena kelalaian saat seleksi penerimaan pegawai yang berbasis sistem komputer. Tanpa ada tes kompetensi lainnya yang sesuai dengan kriteria. “Ini menjadi koreksi kami dan saya akan ajukan ke pusat, agar penerimaan CPNS nanti harus disertakan dengan tes kompetensi. Salah satunya mengaji. Khususnya untuk guru agama. Bahkan sekarang ini guru agama yang akan sertifikasi juga harus dites mengaji. Kalau tidak tahu pasti tidak terakomodir,” tegasnya.

Samsuri menambahkan Kemenag Kota Kendari telah melakukan pemetaan terhadap 218 guru agama tersebut. Hasilnya ditemukan 107 guru yang dipandang harus mendapat pembinaan kembali agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai guru Agama. “Jadi dari tim pemetaan telah menyetorkan jumlahnya dan yang tidak fasih mengaji. Bukan tidak tahu mengaji ya. Mereka telah mengikuti pembinaan dan mereka semua aktif karena mereka sadar atas kelalaian ini. Harapannya agar kompetensi sebagai guru agama meningkat,” imbuh Samsuri. (kmr/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top