Ketua Pengadilan Baubau Ingin Bunuh Diri Diduga Depresi Dilaporkan ke MA – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Ketua Pengadilan Baubau Ingin Bunuh Diri Diduga Depresi Dilaporkan ke MA

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam (kanan) bersama Kepala Pengadilan Tinggi Sultra, Gatot Suharnoto saat meninjau TKP di Rujab Ketua PN Baubau, Selasa 14 November 2017. Foto : AKHIRMAN / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Teka teki terlukanya Ketua Pengadilan Negeri Baubau, Joko Saptono yang ditemukan bersimbah darah di rumah jabat, Selasa (14/11) dini hari, terjawab. Itu setelah polisi melakukan pendalaman. Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan pihaknya tidak menemukan indikasi

Joko Saptono dilukai orang lain. Sebab, kondisi engsel pintu dan jendela tidak rusak. “Jadi, bisa dipastikan, bahwa tidak ada orang lain yang masuk paksa (dalam rumah). Sehingga, saat ini kita bisa memastikan kejadian itu dilakukan oleh korban sendiri (Joko Saptono, red),” ujar AKBP Daniel Widya Mucharam di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Hal yang memicu korban hingga nekat menyayat perut dan pergelangan tangannya sendiri diduga kuat karena adanya oknum tertentu yang melaporkan kinerja Joko Saptono ke Mahkamah Agung (MA). Aduan itu membuat dirinya dipanggil dan menjalani pemeriksaan di MA beberapa waktu lalu. Padahal selama mengemban amanah negara tersebut, Joko Saptono dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Pemeriksaan di MA itu rupanya masih membekas di benak MA dan mengakibatkan mental korban anjlok. Joko Saptono diduga kuat mengalami depresi karena tudingan kasus atas dirinya. Sehingga membuatnya nekat melukai dirinya sendiri. “Dari keterangan yang diambil dari beberapa saksi, permasalahannya karena persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan. Beberapa bulan yang lalu, tim dari MA datang (ke Rujab korban). Makanya, ada kalender di rumah korban yang dilingkari dan dilipat korban. Hal ini menjadi tanda bahwa persoalan tersebut teringat betul dalam pikirannya,” kata AKBP Daniel Widya Mucharam. “Ketakutan beliau adalah jangan sampai ada kesalahan. Padahal Ketua Pengadilan Tinggi Sultra  katakan bahwa tidak ada hal yang mengarah ke beliau (Joko Saptono),” sambung Kapolres.

Saat ini kata Kapolres, pihaknya juga telah memeriksa istri korban. Sehingga memberi banyak kejelasan terkait fakta-fakta dari peristiwa tersebut. “Untuk fakta-fakta dari olah TKP, ada tiga tempat yang digenangi darah. Salah satunya di musala. Itu menjadi tempat kejadian pertama, korban menyayat perut hingga ususnya keluar dan pergelangan tangan,” terang AKBP Daniel Widya Mucharam. Ia menambahkan, saat ini kondisi korban sudah membaik. “Saya sudah menjenguk korban. Kondisinya sudah baik. Saya sempat ngobrol dan beliau sempat meneteskan air mata,” pungkas kapolres. (ahi/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top