Banyak Masalah Aset SMA/SMK, 9 Lahan dan Bangunan di Konut Tak Tercatat Sebagai Aset – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Banyak Masalah Aset SMA/SMK, 9 Lahan dan Bangunan di Konut Tak Tercatat Sebagai Aset

Hj Isma

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sultra masih memverifikasi seluruh bangunan SMA/SMK, termasuk fasilitas yang ada di dalamnya. Sejauh ini baru lima kabupaten yang sudah dilakukan pemeriksaan. Hanya saja, pemeriksaan memakan waktu yang cukup lama karena banyaknya permasalah yang ditemukan di lapangan.

Kepala BPKAD Provinsi Sultra Hj. Isma tak menampik hal itu. Dia menyebutkan lima daerah yang sudah didata asetnya yakni Kabupaten Konawe Utara, Bombana, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan dan Kota Kendari. “Lima daerah ini bermasalah dan masalahnya berbeda-beda,” ujar Hj. Isma, Rabu (15/11).

Dia merinci untuk kabupaten Konawe Utara, terdapat sembilan sekolah yang lahan dan bangunannya tidak tercatat sebagai aset Kabupaten Konawe Utara. Kedua, pada KIB B (Kartu Inventaris Mesin dan Peralatan) SMAN 1 Lembo terdapat data selisih Rp 10 juta yang sudah dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) dan merupakan barang habis pakai.

Untuk Kabupaten Bombana, ada SMAN 3 Bombana terdapat bangunan gedung yang sudah di BAST-kan senilai Rp.396.652.600,00 namun gedung tersebut bukan merupakan bangunan gedung sekolah tetapi bangunan gedung kantor Dinas Pendidikan Bombana. Ada pula beberapa bangunan gedung sekolah yang sampai saat ini masih tercatat sebagai konstruksi. Dalam Pengerjaan (KDP) dan beberapa diantaranya merupakan pekerjaan pada tahun 2013. Kemudian terdapat beberapa sekolah yang tanahnya tidak tercatat pada KIB A SMA/SMK karena tanah tersebut tercatat pada Sekretariat Daerah.

Sementara Kabupaten Konawe Selatan, sampai selesainya jadwal verifikasi aset SMA/SMK antara BPKAD Sultra dengan BPKAD Konawe Selatan data Aset Dinas Pendidikan Kab. Konawe Selatan masih belum dapat terpilah antara data Dinas Pendidikan dengan data khusus SMA/SMK. “Sedangkan Kabupaten Konawe Kepulauan, sampai saat ini, aset SMA/SMK di Konawe Kepulauan masih tercatat sebagai aset Konawe dan belum di serahkan ke Konawe Kepulauan,” tambah Hj.Isma.

Khususnya di Kota Kendari masalahnya adalah terdapat beberapa barang yang belum tercatat dalam BAST maupun LKPD Kota Kendari. Terdapat selisih nilai antara BAST dan LKPD Kota Kendari dikarenakan terdapat nilai gedung dan bangunan serta peralatan yang belum dikalikan 1.000. Terdapat perbedaan nilai gedung dan bangunan dikarenakan tahun 2016 ada yang terkapitalisasi dan dihapus. “Saya berharap ini segera diperbaiki, supaya data aset-aset kita ini semakin tertib,” pungkas Isma. Sementara untuk kabupaten lain, verifikasi juga masih berlangsung dan diupayakan tuntas tahun ini. Sebab itu akan mempengaruhi LKPD Pemprov tahun 2017. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top