100 Pasutri di Kendari Ikut Sidang Itsbat Nikah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

100 Pasutri di Kendari Ikut Sidang Itsbat Nikah

Peserta sidang itsbat

KENDARIPOS.CO.ID — Ada pemandangan unik di aula bertakwa kantor Wali Kota Kendari, Rabu (15/11). 100 pasangan suami istri (Pasutri) terlihat berbondong-bondong masuk aula ketika melihat sejumlah hakim mengenakan toga. Rupanya mereka akan mengikuti sidang itsbat nikah atau perkara pengesahan nikah. Ada yang kompak tampil mengenakan busana adat daerah, layaknya akan duduk di pelaminan. Polesan riasan tipis menghiasi wajah istri. Sebagian lagi mengenaka setelan sederhana, kemeja dipadu celana panjang warna gelap. Usia mereka bervariasi. Mulai pasutri berusi 17 tahun hingga 75 tahun.

Pasturi Tato (55) dan Nuraini (54) telah menikah sejak tahun 1982. Mereka mengaku menikah sah baik secara agama maupun hukum positif. Tato mengaku telah menyelesaikan seluruh administrasi persyaratan menikah yang diberikan oleh KUA saat itu, namun hingga keduanya dikaruniai lima anak dan lima cucu, buku nikah tak kunjung ada. “Dulu saya bayar Rp 35 ribu yang diminta untuk urus buku nikah. Ttapi saya tidak tahu juga kenapa belum ada sampai saat ini. Jadi kebetulan ada sidang itsbat ini maka saya ikut. Terima kasih kepada Pemkot, Kemenag Kota dan PA Kendari yang menggelar kegiatan ini,” ujar Tato diamini sang istri, Nuraini.

Dalam pelayanan terpadu pemenuhan identitas nikah itu selama dua hari. Kemarin dan hari ini yang bakal diikuti 111 pasutri. Wakil Wali Kota Kendari, Sulkarnain membuka prosesi sidang itsbat. Dia mengatakan kegiatan itu merupakan jawaban dari persoalan administrasi kependudukan Kota Kendari, dimana masih banyak yang belum mendapatkan hak administrasinya. “Jadi melalui sidang itsbat ini kami memulihkan persoalan tersebut secara bertahap, tentunya dengan memberikan hak mereka yang selama ini belum diterima yaitu buku nikah. Dengan buku nikah tersebut persoalan administrasi keluarga mereka bisa terpenuhi salah satunya akta kelahiran,” ujar Sulkarnain, kemarin.

Kader PKS itu menambahkan terobosan pelayanan terpadu

yang digelar Pemkot Kendari, Kota Kendari dan Pengadilan Agama Kendari itu akan menjadi agenda tahunan. “Dari laporan yang saya peroleh bahwa masih banyak yang belum memiliki buku nikah. Olehnya itu kegiatan ini akan terus berlangsung, untuk memulihkan persoalan tersebut. Saya berharap melalui itsbat ini masyarakat teredukasi bahwa memiliki administrasi kependudukan itu sangat penting,” ungkap tandem Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra itu.

Kepala Kemenag Kota Kendari, Samsuri mengatakan itsbat nikah ini memudahkan pasutri yang telah lama menikah namun pernikahannya belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). “Dengan pelayanan terpadu ini kami berikan hak masyarakat yang terdaftar dalam sidang itsbat ini. 211 pasutri sidang secara gratis dan biayanya ditanggung oleh Pemkot Kendari melalui APBD 2017,” ujar Samsuri. (kmr/b)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top