PT Celebessi dan Creative di Kolut Dilarang Angkut Ore ! – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

PT Celebessi dan Creative di Kolut Dilarang Angkut Ore !

Kapal tongkang milik PT Buana Benua Siving yang akan mengangkut ore milik PT Celebessi namun dihentikan Camat Tolala, Ikhwanuddin atas perintah Bupati Kolut, Nur Rahman Umar. Foto : Dok/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Legalitas kelengkapan dokumen perusahaan tambang yang beroperasi di Kolaka Utara (Kolut), khususnya, PT Celebessi dan PT Creative Jaya belum ada yang dinyatakan rampung. Kedua perusahaan tersebut diharamkan melakukan pengangkutan ore dari Bumi Patampanua itu karena dipastikan ilegal dan merugikan daerah.

Khusus untuk PT Celebessi, pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolut telah mengutus salah satu stafnya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat. Keabsahan perusahaan yang selalu diam-diam melakukan pengangkutan ore nikel tersebut akan diteliti. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Saiful Razak mengaku, pemerintah pusat akan meninjau lebih jauh keberadaan PT Celebessi tersebut karena dianggap memiliki dua lembaga dengan satu pemilik. “Satu pemilik berlabel penanaman modal asing dan lainnya penanaman modal dalam negeri. Jangan sampai hanya bertopeng saja,” tudingnya, Selasa (14/11) .

PT Celebessi juga masih punya berbagai tuntutan yang tidak dipenuhi, khususnya izin lanjutan dari Pemkab. Terlebih lagi belum adanya izin kuota pengangkutan ore, sehingga upaya penjualan dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Sayangnya, meski melanggar aturan, belum ada langkah tegas dari aparat untuk memproses pihak perusahaan itu. “Pelabuhan angkut saja belum ada. Kan jelas pelanggarannya,” tegas Saiful Razak.

Menyangkut PT Creative Jaya, ia mengaku izin usaha pertambangannya (IUP) masih berlaku. Hanya saja sampai kini, usai dihubungi pimpinan perusahaan karena dilaporkan mengangkut dan melakukan penambangan oleh masyarakat, tak ada respon memuaskan. “Pelabuhan angkutnya tidak ada. Saat ini pengurusan Jeti masih berproses di Kemenhub. Tetapi kalau mau mengangkut ore saat ini, saya tegaskan jangan melakukan pengangkutan,” ancamnya. Alasan Saiful Razak, pihak perusahaan belum dapat memperlihatkan izin kuota pada instansinya atau ke kepala daerah. Perusahaan manapun bisa menambang di Kolut selama legal dan bukan dengan cara-cara mengelabui pemerintah. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah dipengaruhi pihak perusahaan namun nantinya akan menerima imbas kerugian yang berkepanjangan akibat kerusakan lingkungan.

“Sementara pihak perusahaan sudah mengeruk daerah kalian (masyarakat) dan dapat untung, lantas pergi begitu saja tetapi kalian yang akan terima kerugiannya. Jangan salahkan pemerintah suatu saat nanti jika itu terjadi hanya karena ada oknum-oknum tertentu yang mengambil untung dari kalian,” katanya mengingatkan warga Kolut. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top