Dugaan Korupsi Rehabilitasi Poliklinik RSUD Buton, Kontraktor dan PPK Ditetapkan Tersangka – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Rehabilitasi Poliklinik RSUD Buton, Kontraktor dan PPK Ditetapkan Tersangka

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi gedung poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton tahun anggaran 2016. Penetapan tersangka dilakukan setelah jaksa melakukan penyelidikan selama tiga bulan. Tersangka tersebut yakni dua orang kontraktor berinisial BR dan RY. Satu orang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tahun 2016, berinisial ND.

Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan poliklinik senilai Rp.1 miliar itu ditengarai mencapai ratusan juta rupiah. Kasi Intelijen Kejari Buton, Tabrani SH menjelaskan penetapan tersangka dilakukan setelah dinilai cukup bukti. “Proses penyidikan masih terus berlanjut. Untuk sementara baru tiga orang ini yang ditetapkan tersangka,” ujarnya, Selasa (14/11).

Jika ada bukti-bukti baru yang ditemukan, tidak menutup kemungkinan kejaksaan akan menetapkan tersangka baru. Dari hasi penyelidikan diketahui modus korupsi yang dilakukan ketiga tersangka yakni melaksanakan pekerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi dengan rencana anggaran biaya (RAB). “Hasil audit BPK Sultra, kerugian bisa seratusan juta lebih. Modusnya, pekerjaan dikurangi spesifikasinya dari perencanaan. Misalnya, keramik ukuran 60×40, tapi yang dipasang di bawah dari ukuran itu. Selain itu, masih banyak lagi spesifikasi yang tidak sesuai,” tutur Tabrani.

Proses penyidikan dugaan korupsi itu masih berjalan dan penyidik Kejari Buton terus mengumpulkan tambahan bukti dan dokumen terkait. Saksi yang diperiksa sudah mencapai belasan orang. Ketiga tersangka dijerat pasal 2 subsider pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, juncto pasal 55 ayat 1 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Diketahui, tiga bulan lalu Kejari Buton menemukan kejanggalan dalam proyek rehabilitasi gedung Poliklinik RSUD Buton. Indikasinya, ada ketidaksesuaian antara RAB dan realisasi pekerjaan. Berawal dari petunjuk tersebut, bukti-bukti pun dikumpulkan. Semua pihak terkait langsung diperiksa dan tiga orang tersangka ditetapkan dan sudah ditahan. “Kami terus lakukan pengembangan,” tutup Tabrani. (m1/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top