Pemkab Bombana Dapat Dua Mega Proyek – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Pemkab Bombana Dapat Dua Mega Proyek

Sahabuddin, Satker Pengembangan Sistem penyehatan lingkungan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (kedua dari kiri) menyerahkan secara simbolis proyek Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalansi Pengolahan Lumpur Tinja kepada Bupati Bombana, H Tafdil yang diwakili Asisten II, H. Muh. Haris (kanan) disaksikan Kadis PU dan Tata Ruang, Man Arfa (kiri) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sitti Sapiah Rustam

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bombana menerima dua mega proyek dari pemerintah pusat. Mega proyek tersebut adalah tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah dan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Kedua proyek ini diterima otorita H. Tafdil dari Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan (PSPL) Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Senin (13/11). Penyerahannya dilakukan kepala Satker PSPL wilayah Sultra, Sahabuddin kepada Asisten II Pemkab Bombana, Muhammad Aris.

Proyek TPA dan IPTL dibangun di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara. Kedua proyek itu bersumber dari APBN dengan anggaran sekitar Rp 17 miliar. Untuk pembangunan TPA menyedot anggaran yang paling besar yakni Rp 12,2 miliar. Sementara untuk IPTL menghabiskan dana sekitar Rp 5,6 miliar. Khusus TPA, pembangunannya dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dikerjakan tahun 2015 dengan dana Rp 7,7 miliar. Tahap kedua 2016 dengan biaya Rp 3,4 miliar dan tahap ketiga tahun 2017 ini dengan anggaran Rp 1 miliar. Begitu juga dengan pembangunan IPLT. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya selama tiga tahun. Pada tahun 2014 anggaran yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 1,7 miliar. Tahun 2015 dananya Rp 1,9 miliar dan tahun 2017 Rp 1,9 miliar.

Kepala Satker Pengembangan sistem PLP Wilayah Sultra Kementerian PU dan Perumahan, Sahabuddin mengatakan dari 17 kabupaten/kota di Sultra, Bombana merupakan kabupaten ke-11 yang kebagian proyek TPA ini. Sedangkan untuk proyek IPLT, Bombana merupakan kabupaten ketiga yang diserahkan dan difungsikan setelah Kota Baubau dan Kendari. “Khusus untuk TPA, Bombana merupakan kabupaten keenam yang proyek TPA nya sudah difungsikan. Meski begitu lima kabupaten lain akan segera menyusul diserahkan karena saat ini masih dalam tahap pembenahan, ” kata Sahabuddin.

Dia menambahkan, proyek TPA yang dibangun di setiap daerah itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk merampungkan semua sistem yang ada di TPA dan IPLT menggunakan dana sekitar Rp 21 miliar. Menurut Sahabuddin, dirinya sangat memberi perhatian serius terhadap perkembangan pembangunan TPA dan IPTL di Kabupaten Bombana. Penyebabnya, pemerintah daerah termasuk instansi tehnisnya yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat kooperatif bahkan memiliki keinginan yang sangat luar biasa untuk segera memiliki TPA dan IPTL.

Namun karena persoalan anggaran yang sangat terbatas dari pemerintah pusat, maka proyek tersebut sedikit mengalami hambatan, namun dia merasa bersyukur karena proyek tersebut juga selesai dan difungsikan. “Ke depan jika anggaran mencukupi, maka beberapa daerah lain yang belum memiliki TPA dan IPLT pasti akan dibangunkan. Itupun jika pemerintah daerahnya respon dengan proyek tersebut,” sambungnya.

Bupati Bombana H. Tafdil yang diwakili Asisten II, Muh Aris mengatakan dengan diserahkannya TPA dan IPLT itu maka jumlah aset Pemkab Bombana bertambah lagi. Hadirnya dua aset itu dipastikan memberikan manfaat yang sangat luar biasa kepada pemerintah dan masyarakat Bombana terutama dalam pengelolaan persampahan dan limbah sehingga lingkungan dapat terkendali dengan baik.

Menurut bupati, persoalan sampah di Bombana selalu menjadi sorotan berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena, sebelum adanya proyek TPA dan IPLT itu, pemkab belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Selama ini, pembuangan sampah masyarakat hanya menggukan lahan sewa milik masyarakat.

Saat ini, Pemkab Bombana terus mendorong instansi terkait untuk sama sama meningkatkan kebersihan kota. Olehnya itu, hadirnya dua aset ini akan menjadi bagian penting untuk mewujudkan Bombana menjadi daerah yang bersih yang terkandali dari limbah. “Ini menjadi harapan kami ke depannya, ” imbuhnya. (b/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top