Lima Tumpukan Ore Nikel di Kolut Siap Angkut, PT Celebessi Diduga Kembali Beraktivitas – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Utara

Lima Tumpukan Ore Nikel di Kolut Siap Angkut, PT Celebessi Diduga Kembali Beraktivitas

Kapal tongkang yang hendak sandar di perairan Kolut dan diduga akan mengangkut ore nikel yang sudah menmpuk. Foto: Muhammad Rusli/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas eksploitasi kandungan mineral berharga secara ilegal di Kolaka Utara (Kolut) terus berlangsung. Beberapa hari ini, sebuah tongkang dengan kapal tugboat terlihat berlabuh di eks pertambangan Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua. Diduga, penambang tersebut sedang berusaha mengangkut tumpukan ore nikel yang sebelumnya gagal dibawa setelah pemerintah menghentikan aktivitas perusahaan beberapa tahun lalu. Dari pantauan di puncak desa tersebut, tongkang itu bersandar di tepian meski belum ada kegiatan pengangkutan.

Hingga Senin (13/11), kapal tongkang sudah berlabuh kurang lebih berjarak 200 meter dari pesisir. Ada lima tumpukan ore memanjang di garis pantai itu dan satu diantaranya tertumpuk terpisah. Hanya ada seorang pria dengan mengendarai motor terlihat melakukan pengawasan pada wartawan yang datang di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Penananaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Saiful Razak yang dikonfirmasi kemarin mengaku telah mengetahui keberadaan tongkang yang berlabuh di Desa Sulaho tersebut. Belum ada pihak yang menemui dirinya untuk melaporkan keberadaan kapal itu. “Mereka diam-diam, tetapi saya sudah tahu siapa saja di sana. Besok (hari ini) saya mau ke sana (Sulaho) tinjau keberadaannya,” ujar Saiful.

Ia menyebut, perusahaan yang diketahui terlibat di sana adalah PT Celebessi, perusahaan yang kehadirannya di Kolut dianggap hanya merugikan daerah. PT Celebessi berada di Sulaho karena bekerja sama dengan perusahaan lain berbendera Garuda yang kebenarannya masih dicari tahu.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Celebessi masih punya utang ke pemerintah sebesar Rp 4 miliar. Sudah ada tiga tongkang ore nikel berhasil diangkut dari Kecamatan Tolala tanpa dokumen resmi, sehingga dinilai merugikan daerah sebesar Rp 7,5 miliar. Perusahaan tersebut dituding hanya mengambil ore dan menjualnya ke luar daerah. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top