Diduga Jadi Angkutan Umum Ilegal, 10 Mobil Pribadi Terjaring Operasi Zebra – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Diduga Jadi Angkutan Umum Ilegal, 10 Mobil Pribadi Terjaring Operasi Zebra

Sejumlah mobil pribadi berpelat hitam yang diamankan Polres Konsel karena beralih fungsi menjadi angkutan umum ilegal. Mobil-mobil tersebut teridentifikasi mengangkut penumpang jalur Konsel-Bombana. Foto: Kamaluddin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Konawe Selatan (Konsel) menjaring 10 unit mini bus pribadi yang beralih fungsi dalam operasi Zebra. 10 mobil berpelat hitam itu diduga beroperasi sebagai angkutan umum ilegal. Rute operasi angkutan umum ilegal itu khusus trayek Konsel-Bombana. Kapolres Konsel, AKBP Hamka Mappaita membenarkan pihaknya telah menahaan sejumlah mobil pribadi yang beroperasi mengangkut penumpang. “Ini saya sudah lakukan, sebanyak 10 kendaraan roda empat mobil pribadi saya tahan. Karena ini sangat melanggar tata tertib lalu lintas,” ujar AKBP Hamka Mappaita, senin (13/11).

Mantan Kasatlantas Polrestabes Makasar itu menjelaskan operasi Zebra di wilayah hukumnya menitikberatkan pada angkutan ilegal alias mobil pribadi yang beroperasi sebagai angkutan umum dengan memuat penumpang secara liar. Lantaran banyaknya kejadian kecelakaan itu ditengarai oleh over kapasitas muatan. “Seperti yang baru saja kejadian ini semua mobil pribadi yang dipaksakan oleh pemiliknya untuk mengambil penumpang. Ini tidak boleh, sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Aturannya sangat jelas. Tidak dibenarkan mobil pribadi mengangkut penumpang. Kalau mau jadi angkutan umum maka harus diubah. Harus di kir dan pelatnya kuning,” tegas AKBP Hamka Mappaita.

Disisi lain, sopir harus miliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B atau SIM umum. Selama dua bulan menjabat Kapolres Konsel, AKBP Hamka Mappaita mengamati banyak mobil pribadi angkutan pribadi beralih fungsi menjadi angkutan umum. “Makanya pada operasi Zebra ini saya jadikan sebagai target utama. Saya tekankan ke anggota agar setiap mobil pribadi yang jadi angkutan umum saya wajibkan tilang. Kita mau kasih efek jera. Nanti setelah berurusan di pengadilan pemilik kendaran kita panggil kita buat MoU. Untuk tidak lagi mengulangi perbutannya. Kalau kalau mau jdi angkutan umum harus di daftarkan di Organda atau Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Ditambahkan, jasa angkutan mobil pribadi ini memang lebih murah ketimbang Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) atau angkutan resmi. Disamping itu penumpang terkesan dimanjakan. Karena diantar langsung di rumah masing-masing. Dan ini merugikan bagi para sopir angkutan resmi. Disamping itu tidak melalui terminal dan juga merugikan daerah dalam pemungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Selain itu, ketika terjadi kecelakan tidak ada asuransi jasa raharja. Karena bukan angkutan umum. Sopirnya tidak masuk klasifikasi sopir angkutan umum. Rata-rata kelebihan muatan dan itulah yang terjadi kecelakan tunggal seperti di Tinanggea baru-baru ini. Olehnya saya harus pastikan ini jangan dibiarkan,” jelasnya. (kam/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top