12 Jamaah Haji Masih Dirawat di Saudi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

12 Jamaah Haji Masih Dirawat di Saudi

Jamaah haji asal Kota Kendari saat pulang dari tanah suci, Makkah, September lalu. Foto: Dok. Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pemulangan jamaah haji sudah tuntas dilaksanakan pada 5 Oktober lalu. Tetapi catatan Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kemenkes menyebutkan, saat ini masih ada 12 jamaah yang dirawat di Arab Saudi. Mereka dipulangkan sampai mendapatkan surat izin layak terbang oleh petugas haji setempat. Kepala Puskeshaj Kemenkes Eka Jusuf Singka mengatakan, 12 jamaah yang masih dirawat itu tersebar di tiga titik. Perinciannya adalah delapan orang dirawat di Makkah, tiga di Madinah, dan seorang di Jeddah. ’’Komitmen pemerintah Indonesia memberikan pendampingan dan pelayanan sampai yang bersangkutan layak untuk dipulangkan,’’ katanya di Jakarta, senin (13/11).

Untuk pendampingan jamaah yang masih dirawat, lanjut dia, saat ini dipasrahkan kepada petugas di kantor urusan haji (KUH) di Jeddah. Eka menjelaskan, semua tim tenaga kesehatan dari Kemenkes sudah ditarik pulang ke tanah air. Pendampingan medis dipasrahkan kepada petugas rumah sakit masing-masing. Menurut dia, tim yang ada di KUH tidak ada yang berlatar belakang tenaga medis. ’’Tim di KUH itu membidangi akomodasi, konsumsi, dan katering haji,’’ jelasnya. Eka memastikan rumah sakit di Saudi memberikan standar pelayanan prima kepada jamaah yang masih tertinggal. Ketika ada kepastian diperbolehkan pulang, tim KUH akan berkoordinasi dengan Kemenkes.

Lebih lanjut Eka memberikan catatan penyelenggaraan haji 2017 dari sisi kesehatan. Tahun ini banyak jamaah dalam keadaan tidak istitoah atau tidak mampu berhaji dari sisi kesehatan. Tetapi para jamaah ini nekat meminta untuk bisa diterbangkan ke tanah suci.
Sampai berakhirnya misi haji 2017, jumlah jamaah haji yang meninggal mencapai 658 orang. Jumlah itu melonjak dibandingkan 2016. Tahun lalu Kemenkes mencatat jumlah jamaah haji yang meninggal 342 orang. ’’Jamaah tidak istitoah tetapi tetap berangkat memicu banyak yang sakit dan wafat,’’ jelasnya. Keputusan jamaah berangkat atau tidak ada di Kemenag.

Data Siskohatkes Kemenkes menyebutkan jumlah rawat jalan haji 2017 mencapai 389.355 kejadian. Terbanyak ada di Daker Makkah sebanyak 294.798 kejadian, kemudian angka rawat inap tercatat 3.366. Terbanyak ada di Daker Makkah sejumlah 2.376 kejadian.
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, kemampuan melaksanakan haji (istiha’tul hajj) atau istitoah tidak bisa ditawar-tawar. Selagi seseorang dinyatakan tidak memenuhi unsur istitoah, misalnya karena kesehatan, dia tidak diwajibkan melaksanakan haji.

Dikatakan, Rasulullah menafsirkan istitoah dengan bekal dan kendaraan. Tetapi tidak bisa diartikan atau dimaknai sesempit itu. ’’Urusan kesehatan itu juga terkait dengan istitoah,’’ jelasnya. Dia berharap masyarakat, khususnya yang sudah memiliki antrean haji, diharapkan mempertimbangkan urusan istitoah itu. Ketika tenaga medis menyatakan tidak layak terbang karena kesehatan, sebaiknya dipatuhi. (wan/oki/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top