107 Guru Agama di Kendari Tak Bisa Mengaji – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

107 Guru Agama di Kendari Tak Bisa Mengaji

Abdul Kadir

KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sultra Abdul Kadir tak bisa berkata-kata. Ia dibuat terkejut dengan hasil evaluasi yang dilakukan oleh timnya terhadap seluruh guru agama di Kota Kendari. Dari 200 guru agama Islam, sekira 107 orang tak bisa mengaji sama sekali. Hal itu sangat memprihatinkan. Mengingat gurulah harus menurunkan ilmu baca Al Quran pada siswanya. Lantas bagaimana jika pahlawan tanpa tanda jasa itu juga tak mengenal tajwid dan makhraj dalam kitab suci Islam itu ?.

Abdul Kadir mengungkapkan itu saat ditemui Senin siang senin (13/11). Mantan akademisi IAIN itu menegaskan setiap kepala kantor Kemenag di Sultra harus memperhatikan kualitas guru agama di daerahnya. “Itu baru Kendari yang bisa kita data. Di daerah lain belum sama sekali. Dan pasti ada yang tidak bisa mengaji. Padahal itu wajib loh, masa seorang guru agama tidak bisa melakukan perintah wajib agama. Itu luculah saya rasa,” ungkap Abdul Kadir, Senin (13/11).

Dia mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Kantor Kemenag Kota Kendari yang menunda pembayaran tunjangan masing-masing guru “bermasalah” itu. Hal itu tidak bisa ditoleransi selain mereka belajar hingga bisa membaca Al Quran. “Nanti sudah bisa mengaji baru dibayar, di Kendari sudah ada yang dua bulan ditahan, sambil dievaluasi terus gurunya, jadi dibayar tidak bersamaan nanti, tergantung siapa yang cepat keluar dari kategori C (tidak mampu) itu,” ungkapnya. Sementara kategori A adalah mampu dan B adalah sedang.

Lebih lanjut kata Abdul Kadir, perguruan tinggi sebagai produsen guru agama itu khususnya IAIN harus lebih ketat lagi dalam meluluskan mahasiswa. Misalnya, setiap mahasiswa yang hendak mengikuti ujian akhir harus lebih dulu mengantongi sertifikat baca Al Quran. “Itu ada lembaga yang ditunjuk kampus, supaya mahasiswa itu dites dulu, bisa ngaji atau tidak, kalau ndak bisa ya diajar dulu,” tambahnya.

Sebab saat pengangkatan guru PNS, kemampuan gaji bukan skill yang diujikan. Sehingga, seharusnya itu sudah menjadi hal wajib yang harus dimiliki bagi setiap calon guru. “Yang buka guru agama saja bisa mengaji, orang Islam ya harus bisa semuanya itu rukun iman,” lanjutnya.

Tes kemampuan membaca ayat-ayat Allah itu kata dia tidak hanya diterapkan pada guru, tetapi juga seluruh PNS di lingkup Kemenag Sultra, kota dan kabupaten. “Saya juga akan tes pegawai saya, semuanya harus bisa ngaji,” ujarnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top