Pertumbuhan Ekonomi Sultra Lampaui Nasional – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Lampaui Nasional

Aktivitas pertambangan yang mulai efektif, menjadi salah satu sektor pemicu pertumbuhan ekonomi di Bumi Anoa. Foto: Dokumen Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pertumbuhan ekonomi Sultra mulai bergerak naik, menuju perubahan yang signifikan. Ini ditandai dengan catatan pertumbuhan positif yang mencapai sebesar 6,54 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 5,06 persen, di triwulan ketiga tahun ini. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Minot Purwahono menjelaskan, masih tingginya pertumbuhan ekonomi Sultra didukung oleh sektor pertambangan yang kembali bergelora hingga mampu menggerakkan ekspor luar negeri dan investasi. Hebatnya, kedua sektor juga masuk jajaran pemicu pertumbuhan ekonomi Sultra di samping konsumsi pemerintah.

“Naiknya kinerja sektor pertambangan adalah dampak dari relaksasi ekspor nikel mentah kadar rendah atau di bawah 1,7 persen yang mulai diekspor sejak triwulan dua tahun ini,” terangnya. Sampai sekarang, kuota ekspor nikel mentah kadar rendah mencapai 5 juta ton. Kendatipun demikian, bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan pertama dan kedua, kinerjanya justru melambat. Pasalnya, di triwulan satu sebesar 7,98 persen dan triwulan dua tumbuh 7,02 persen.

Sementara dari sisi penawaran, melambatnya pertumbuhan ekonomi Sultra di triwulan ini disebabkan oleh melambatnya lapangan usaha pertanian, konstruksi dan industri pengolahan. Seperti yang kita tahu, curah hujan tinggi pada awal triwulan tiga dan pola musiman produksi ikan laut sebabkan produksi menurun drastis. “Kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap sektor konstruksi,” bebernya.

Sedangkan dari sisi permintaan, sambung Minot, perlambatan karena konsumsi rumah tangga yang relatif tumbuh terbatas sementara impor luar negeri justru meningkat. Ini terjadi karena pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat kembali normal setelah berlalunya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, kinerja lapangan usaha pertanian yang melambat juga dominan mempengaruhi pendapatan rumah tangga karena sebanyak 37,07 persen penduduk Sultra bekerja di sektor pertanian. Adapun peningkatan impor luar negeri yang jadi pengurang produk domestik regional bruto (PDRB) didominasi oleh naiknya investasi peralatan smelter pengolahan nikel. “Kita perlu mendongkrak nilai tambah industri pengolahan komoditas non tambang seperti hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Dengan kata lain, kita tidak boleh terlalu bergantung pada sektor pertambangan,” tegasnya.

Ia pun mendukung penuh pengembangan pariwisata Sultra karena dijamin mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi, multiplier effect-nya dapat menghidupkan sektor lain yang jelas mampu memicu ekonomi Bumi Anoa. Lebih jauh, masyarakat bakal hidup lebih sejahtera. Menurut Minot, realisasi fiskal di daerah harus segera ditingkatkan demi menjaga optimisme perekonomian yang sudah jalan baik, bahkan dengan memanfaatkan Dana Desa pun jadi. Lebih jauh, ia kembali menyuarakan transaksi nontunai antara pemerintah ke masyarakat atau rumah tangga dan pelaku usaha, masyarakat ke pemerintah maupun antar masyarakat. Pasalnya, transaksi nontunai adalah salah satu indikasi berkembangnya pola pikir masyarakat. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top