KPU Muna Jamin Seleksi PPK dan PPS Objektif – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

KPU Muna Jamin Seleksi PPK dan PPS Objektif

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk memperkuat lembaga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna sangat seleksi menjaring calon anggota badan ad hoc penyelenggara Pemilu. Agar bisa melahirkan anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) yang memiliki integritas, KPU tak segan-segan mencoret calon bermasalah termasuk pengurus Parpol.

Komisioner KPU Muna, Andi Arwin memastikan seleksi penerimaan PPK dan PPS Muna benar-benar objektif. Para calon yang lulus memang memiliki kemampuan. Sebab pada dasarnya, KPU tidak ingin mempertaruhkan integritas dan independensi lembaga dengan memilih calon yang bermasalah. Makanya, KPU selalu merespon dan menindaklanjuti setiap temuan dan tanggapan baik dari Panwas maupun masyarakat.

Terkait temuan Panwas atas nama La Ode Musabaka telah ditindaklanjuti. Setelah diklarifikasi ternyata PPK kecamatan Bone tidak tercantum dalam lampiran F2 partai NasDem. Meski sempat diajukan, namun yang bersangkutan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai anggota partai. Secara otomatis yang bersangkutan berhak menjadi anggota PPK. Sementara calon yang memang terbukti anggota Parpol langsung dicoret

“Sudah selesai. Tapi KPU tetap menerima tanggapan masyarakat maupun Panwas. Kalau masih ada yang teridentifikasi anggota Parpol baik PPK dan PPS, kita akan tindaklanjuti termasuk melakukan pemberhentian bila memang benar,” tandas Andi Arwin kepada Kendari Pos. Sikap tegas KPU sambungnya, juga diterapkan pada seleksi PPS. Makanya, masih ada salah satu kelurahan yakni Tampo kecamatan Napabalano belum memenuhi kuota. Pasalnya, dua dari empat pendaftarnya terdaftar dalam F2 Parpol. Dari hasil pengecekan, calon bernama Ilman Suriadin tercatat sebagai anggota partai berkarya dan Sadaruddin PDIP. “Dari hasil penjaringan, KPU telah menetapkan 449 calon PPS yang dinyatakan lulus. Masih tersisa satu kuota untuk kelurahan Tampo,” ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan, KPU telah menyurati kepala desa dan BPD untuk segera mengusulkan kembali nama-nama calon PPS. Usulan tersebut tak diterima begitu saja, para calon tetap diuji pengetahuannya tentang Pemilu pada tes wawancara. “Tetap kita tes lagi. Mulai menyangkut kewewenangan PPS, penelitian syarat calon perseorangan. Pemuktahiran data pemilih, tata cara pemungutan suara di TPS, pengetahuan kepemiluan serta kewilayahan,” jelasnya.

Koleganya di KPU, Suleman Loga mengatakan banyak temuan PPK dan PPS yang diduga berasal dari parpol mengisyaratkan perekrutan keanggotaan Parpol tak profesional. Buktinya, banyak calon badan adhoc yang tidak tahu menahu masuk sebagai anggota partai. “Sebagai besar masyarakat tidak tahu. Sepengetahuan mereka akan ada bantuan. Makanya, mereka rela menyerahkan KTP-nya. Belakangan baru ketaguan, setelah mendaftar sebagai calon anggota PPS maupun PPK,” katanya.

KPU kata dia, tetap memberi ruang bagi calon anggota membela diri. Para calon harus memastikan bahwa mereka benar-benar bukan anggota Parpol. Sebelum menetapkan calon yang lulus seleksi, pihaknya juga mencocokan dengan lampiran F2 Parpol. “Kalau soal temuan Panwas, kita sudah croscek dengan mencocokkan lampiran F2 parpol. Semuanya tetap tindaklanjuti dan diproses. Kalau benar kita tidak akomodir. Makanya, ada beberapa orang yang tak diluluskan sebab berstatus sebagai pengurus partai, “pungkasnya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top