11 Bulan Ditangani Polda, Kasus PT Baula di Konsel Belum Ada Kemajuan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

11 Bulan Ditangani Polda, Kasus PT Baula di Konsel Belum Ada Kemajuan

Lokasi tambang PT Baula di Konawe Selatan.

KENDARIPOS.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sultra masih mendalami kasus dugaan tindak pidana pembuatan jetty (dermaga,red) tanpa dokumen lengkap yang dilakukan PT Baula Petra Buana (BPB) di Konawe Selatan (Konsel). Rencananya, penyidik masih akan melakukan gelar perkara untuk mencari bukti tambahan. Namun, belum ada kejelasan, kapan digelar.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengkau kalau pihaknya memang belum mengagendakan tahapan gelar perkara kasus tersebut. Selain karena belum mendapat petunjuk lanjutan dari pimpinan, Kasubdit yang menangani kasus itu juga belum berada di tempat. “Tim belum siap untuk melakukan gelar perkara. Kasubdit juga masih ikut pelatihan. Nanti disampaikan kalau sudah siap,” ungkap Kombes Pol Wira Satya saat ditemui, Kendari Pos.

Wira menambahkan, soal adanya informasi bahwa kasus ini sudah dihentikan, dia membantah. Hasil itu, akan ditentukan melalui mekanisme hukum, yakni gelar perkara. “Belum ada SP3,” ujarnya. Sebelumnya kasus ini telah memeriksa Romansyah, Direktur Utama PT BPB. Termasuk Kepala Syahbandar Konawe Selatan (Konsel) Abduulla Arfa, General Manager (GM) PT BPB. Ada juga dua pejabat di PT Baula Petra Buana yakni Indra selaku Kepala Produksi PT BPB dan Ahmad Said selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) pernah diperiksa.

Terkait dengan pemeriksaan Kepala Syabandar, penyidik memperjelas tentang proses pengapalan yang dilakukan PT BPB. Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Asingi Kecamatan Tinanggea ini diduga telah melakukan pengapalan sebanyak dua kali dengan memuat ore nikel, padahal tak ada dokumen lengkap dari jetty PT BPB. Soal bukti, penyidik telah memperoleh beberapa bukti-bukti dalam kasus ini.

Untuk diketahui kasus ini diselidiki Polda Sultra sejak Januari 2017. Itu artinya, sudah 11 bulan belum ada hasil. Saat laporan masuk, penyidik langsung melakukan pengumpulan data lalu melakukan penyelidikan. PT BPB telah melakukan pengapalan ore nikel sebanyak dua kali, melalui jetty tanpa dokumen itu. Namun satu kapal yang memuat ore nikel PT BPB yang akan dikirim ditahan, karena tanpa dokumen lengkap. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top