Seribu Aktuaris Malaysia Siap Serbu Indonesia – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Seribu Aktuaris Malaysia Siap Serbu Indonesia

Illah Sailah

KENDARIPOS.CO.ID — Konon aktuaris adalah profesi dengan gaji menggiurkan di Indonesia. Sayangnya profesi yang terkait dengan proyeksi keuangan asuransi dan sejenisnya itu masih langka di Indonesia. Kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) berharap diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk membuka progam studi (prodi) aktuaris.

Data sementara yang tercatat di Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menyebutkan, saat ini jumlah aktuaris di Indonesia sekitar 400 orang. Sementara fersi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah ideal aktuaris di Indonesia sekitar 750 orang. ’’Saat ini ada seribu aktuaris berkebangsaan Malaysia siap masuk Indonesia. Tetapi masih ditahan dahulu oleh OJK,’’ kata Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah di Jakarta kamis (9/11).

Illah yang mengurusi pembinaan PTS untuk wilayah DKI Jakarta mengatakan, saat ini kampus penyelenggara prodi aktuaris masih terbatas. Yang terdekat dari wilayah ibukota ada di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM) juga membuka prodi aktuaris.

’’Kami di Kopertis III berharap ada PTS yang diberi kesempatan membuka prodi aktuaris,’’ jelasnya. Dia mengatakan kendala utama pendirian prodi aktuaris diantaranya ketersediaan dosen. Namun dengan skenario pengakuan keahlian atau rekognisi pembelajaran lampau (RPL), kuliah aktuaris bisa diampu oleh aktuaris professional yang sudah ada.

Illah menuturkan dunia pendidikan tinggi di Indonesia harus secepatnya merespon kebutuhan global. Dia mencontohkan akutaris adalah salah satu potensi profesi yang memiliki ceruk kebutuhan tinggi. ’’Contoh lainnya adalah Optometri,’’ jelasnya. Illah mengatakan di Malaysia sudah ada prodi optometri yang membuka kuliah hingga S2 dan S3. Sementara di Indonesia sampai saat ini belum ada prodi optometri. Optometri sendiri adalah tenaga medis yang mahir dalam perawatan berbagai kondisi mata. Optometri bukan dokter dan tidak sama dengan dokter spesialis mata.

Staf Ahli Bidang Akadamik Kemenristekdikti Paulina Pannen menampung usulan Kopertis III Wilayah DKI Jakarta terkait akses membuka prodi akturasi. Dia mengakui bahwa saat ini kebutuhan kompetensi di dunia kerja sudah mengalami pergeseran. Dia mencontohkan kebutuhan ternaga kerja cukup tinggi di Asia adalah sales yang tidak sekedar lihai menjual. ’’Perusahaan-perusahaan smartphone mencari sales sekarang tidak sebatas pada lulusan ekonomi atau sejenisnya,’’ tuturnya.

Paulina mengatakan sales produk smartphone atau barang IT lain yang jadi rebutan saat ini adalah mereka yang mengetahui detail teknologinya. ’’Jadi tidak sekedar sales. Tetapi yang memiliki keahlian di bidang engineering,’’ jelasnya. Dengan demikian sales IT bisa dengan cekatan dan lihai memaparkan kepada konsumennya tentang detail kecanggihan produk yang dijual. Tuntutan ini bisa saja melahirkan prodi baru yang mengawinkan keahlian engineering, IT, dan pemasaran. (wan/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top