Imigrasi Awasi 19 WNA Masuk Baubau – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Bau-bau

Imigrasi Awasi 19 WNA Masuk Baubau

Petugas Imigrasi Kelas III Baubau saat mendatangi rumah yang dihuni WNA asal Sri Lanka dan
membawa beberapa orang untuk dimintai keterangan. Foto: Akhirman/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah warga negara asing (WNA) berkebangsaan Sri Lanka masuk di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keberadaan mereka diketahui aparat berwenang sejak Rabu (8/11) malam lalu. Itu setelah ada laporan yang melihat belasan WNA menghuni salah satu rumah warga di Kelurahan Lipu.

WNA tersebut diketahui sudah tiga hari sampai dan tinggal di Kota Baubau. Mereka diketahui keluar rumah mencari buah untuk dimakan. Sebab mereka mulai kelaparan karena tak memiliki stok makanan dan uang untuk belanja. Sehingga WNA itu terpaksa memetik daun jambu dan buah asam untuk dimakan. “Mereka tidak punya apa-apa. Kita lihat mereka makan daun jambu dan buah asam selama beberapa hari. Makanya, kita galang dana denga cara patungan dan membelikan mereka beras. Soalnya ada anak kecil yang baru berumur sekitar lima tahun,” kata salah seorang warga sekitar, Kamis (9/11).

Yang terlihat, seluruh WNA tersebut sangat panik ketika sejumlah warga datang melihat mereka. Apa lagi, saat media hendak mendekati rumah yang mereka tinggali. Beberapa diantaranya langsung bergegas masuk dan menutup pintu. “No media. Its no problem,” kata salah satu WNA menolak kedatangan wartawan, kemarin.

Seluruh WNA baru mau keluar setelah beberapa petugas imigrasi Baubau datang ke rumah yang mereka tinggali. Beberapa diantaranya dibawa ke kantor Imigrasi Kelas III Baubau untuk dimintai keterangan. “Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, mereka mengaku dari Sri Lanka. Jumlah mereka sebanyak 19 orang. Lima diantaranya berjenis kelamin perempuan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Baubau, Edisong saat ditemui di ruang kerjanya usai melakukan pemeriksaan.

Edisong mengaku, dari hasil pemeriksaan, paspor dan visa para WNA itu masih berlaku. Mereka masuk sejak 25 Oktober dan berakhir sampai 25 November,” jelasnya. Meski secara administrasi seluruh WNA tersebut tidak bermasalah atau legal, namun pihak imigran Baubau mengaku masih curiga. Pasalnya, keterangan yang disampaikan soal alasan masuk di Baubau dinilai tidak rasional. “Saat kita tanya kenapa masuk di Baubau, katanya mau berwisata. Tetapi kenapa ada WNA yang bergerombol datang menggunakan visa kunjungan, menginap di pemukiman. Karena biasanya WNA yang menggunakan visa kujungan itu menginapnya di hotel. Kecurigaan kami, jangan sampai orang asing ini sama dengan pada tahun 2012 dan 2013 silam. Saat itu ramai pengungsi yang masuk di Sultra. Makanya, kita curiga jangan sampai mereka itu (WNA) mau menyeberang lagi ke Australia,” paparnya.

Ia mengaku, pergerakan mereka tetap dalam pengawasan Imigrasi. “Mereka (WNA) sampaikan, siap dideportasi ke negara asalnya ketika visa kunjungannya berakhir. Karena sebenarnya mau pulang ke negeranya, hanya saja uang mereka di bawa kabur sopir taksi yang mereka tumpangi,” sambung Edisong.

Sementara itu, Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, mengatakan, dari hasil pendalaman yang dilakukan pihaknya, WNA tersebut masuk di Baubau melalui jalur laut. “Saat kita periksa tadi malam, kita lihat ada tiket kapal Pelni yang mereka pegang. Tindakan yang akan dilakukan ke depan, kami akan terus melakukan pengawasan bersama pihak Imigrasi. Sambil mendalami siapa yang mengantar atau memfasilitasi mereka (WNA) tinggal di rumah tersebut. Karena keterangan dari pemilik rumah, dia juga tidak tahu. Sebab rumah tersebut awalnya kosong,” tandas. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top