Penyidik Segera Tetapkan Tersangka DAK Muna – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

Penyidik Segera Tetapkan Tersangka DAK Muna

Azhari

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha terus “memburu” tersangka tersangka kasus dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015. Bulan ini, terhitung sudah satu tahun penyelidikan kasus yang diduga merugikan uang negara miliaran rupiah tersebut. Saat ini penyidik masih merampungkan beberapa data tambahan untuk menguatkan bukti yang sudah dimiliki sebelumnya.

Saat melakukan kunjungan kerja di Muna kemarin (9/11), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Azhari menyebut penetapan tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat. Penyidik masih membutuhkan bukti tambahan. Supaya saat dilimpahkan ke pengadilan, alat buktinya sudah kuat. “Tunggu saja dalam waktu dekat,” ujar Azhari saat ditemui di Kejari Muna, Kamis (9/11).

Saat ditanya, terkait kepastian waktu penetapan tersangka, Azhari hanya tersenyum. Menurutnya, kemungkinan besar dalam bulan ini. “Kita upayakan pekan depan,” timpal Badrut Tamam, Kajari Muna yang saat sesi wawancara mendampingi Kajati. Azhari menjelaskan, penyidikan kasus DAK Muna tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses-proses yang harus dilalui jaksa. Dirinya hanya menekankan, saat dipersidangan nanti, semua alat bukti sudah siap. “Kasus ini cukup berat. Makanya memang harus hati-hati mengurusnya,” katanya.

Sebelumnya, Azhari menjelaskan, kasus dugaan korupsi DAK Muna tergolong kejahatan kerah putih (white cryme). Sehingga, penyelidikannya pun harus dilakukan secara komprehensif dan membutuhkan banyak saksi. Untuk mengungkap kasus itu, butuh waktu dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. “Ini tergolong white cryme. Tidak mudah untuk dibuka, makanya Kejaksaan butuh waktu,” ujarnya saat ditemui disela melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buton awal bulan ini.

Kejahatan kerah putih (White Collar Crime), merupakan istilah untuk suatu tindak kecurangan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang yang bekerja pada sektor pemerintahan atau swasta. Mereka memiliki posisi dan wewenang yang dapat mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan. Untuk itu, Azhari meminta agar Kejari Muna tetap melanjutkan pengusutan kasus yang diduga melibatkan oknum pejabat di Muna tersebut. Dia minta penyidik tetap profesional dan tidak tergesa-gesa. “Tetap dilidik, hanya harus sesuai ketentuan hukum dan tidak menabrak aturan,” imbuhnya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top