Angka Harapan Hidup di Sultra Tinggi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Angka Harapan Hidup di Sultra Tinggi

Kadis Kesehatan Sultra, Asrum Tombili (kiri) menerima kunjungan Direktur Utama Kendari Pos, Irwan
Zainuddin (kedua dari kiri) beserta jajaran di ruang kerjanya, kamis (9/11). Banyak hal yang didiskusikan,
salah satunya tentang rencana kegiatan menyemarakkan HKN 2017. Foto: Elyn/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Sultra menunjukkan tren positif di bawah kendali Asrum Tombili. Banyak program peningkatan kualitas kesehatan yang digagas sukses dilaksanakan. Sehingga berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat. Indikatornya bisa dilihat pada meningkatnya angka harapan hidup.

Angka harapan hidup masyarakat Sultra saat ini mencapai 70,33 tahun. Angka ini menempati posisi kedua tertinggi secara nasional, sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Ke depan, akan terus didorong supaya angka harapan hidup bisa lebih baik lagi. “Pencapaian ini tak lepas dari peran serta masyarakat dan pemerintah yang senantiasa meningkatkan program kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Asrum Tombili, Kadinkes Sultra saat berbincang dengan Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin beserta jajaran di ruang kerjanya, kamis (9/11).

Untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat, Dinas Kesehatan juga mempunyai program seperti peningkatan kesehatan dengan memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Hal lain yang juga menjadi topik pembicaraan tentang perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Kata dia, berbagai kegiatan digelar untuk meramaikan momentum tahunan itu. Di Sultra sudah berlangsung sejak 8 November lalu. 17 kabupaten/kota telah merayakannya dengan cara yang berbeda-beda. “Kalau Dinkes Sultra sudah punya agenda. Salah satunya adalah senam massal yang akan melibatkan ribuan peserta dan ditargetkan bisa raih rekor MURI lagi,” jelasnya.

Usai senam jantung sehat itu, akan digelar donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar buah dan sayur, lomba mewarnai buah dan sayur. Dan puncaknya akan digelar upacara pada Senin (13/11), sekaligus dengan pengumuman hasil lomba. Selain perayaan dengan berbagai lomba itu, momentum HKN bagi Dinkes Sultra menjadi momen evaluasi kemajuan sektor kesehatan di Bumi Anoa ini.

Masih banyak yang perlu dibenahi, mulai dari SDA sampai pada fasilitas pelayanan kesehatan. Namun untuk menyiasati hal itu dibutuhkan waktu lama. Sehingga Dinkes Sultra masih terus berupaya keras untuk melakukan yang terbaik. Menurut dia, masih banyak masyarakat tidak memanfaatkan jalur pelayanan kesehatan dengan baik. Contohnya, untuk persalinan normal, sebenarnya hanya perlu dilakukan di Puskesmas saja. Sementara untuk penyakit dalam seperti beda atau kemo barulah ditindaki di RS. “Selama ini yang kita lihat, orang memilih rumah sakit, sehingga rumah sakit penuh, antrian panjang, kemudian diklaim tidak profesional padahal yang mau dilayani banyak,” jelasnya.

Masalah lain juga, kata dia kurangnya tenaga medis khususnya dokter spesialis. Harusnya, setiap daerah minimal memiliki 5 dokter spesialis untuk melayani sebagian besar penyakit. Hanya saja faktanya masih ada daerah yang hanya punya tiga dokter. Umumnya itu terjadi di daerah pemekaran baru. “Konkep hanya 5 orang, Busel 3 orang, sangat kurang sekali. Daerah sudah mengusulkan, tapi menemukan dokter yang mau itu agak sulit. Mungkin mereka banyak pertimbangan kalau tugas di daerah,” katanya.

Ke depan tambah Asrum, selain eksistensi puskesmas dan rumah sakit yang akan terus ditingkatkan. Dinkes juga akan terus menyosialisasikan penerapan gerakan hidup sehat di masyarakat. “Sekarang tingkat hidup sehat kita ada diurutan ke 6 Asia Tenggara, kita kalah dengan Kamboja, ini sangat memprihatinkan. Makanya sosialisasi Germas ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat kita,” ungkapnya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian Asrum adalah peran media dalam membantu menyukseskan program Dinkes. Menurut dia, Kendari Pos merupakan media yang tepat sebagai wadah sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. “Terus terang, dulu saya kurang sreg dengan media dan enggan ketemu wartawan. Namun, setelah melihat cara pemberitaan Kendari Pos, saya jadi tertarik. Saya merasa media berperan penting dalam mendukung sosialisasi kesehatan kepada masyarakat,” terangnya. Dirinya berharap bisa bersama-sama Kendari Pos dalam menyukseskan program kesehatan.

Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin menjelaskan, Kendari Pos selalu siap bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai aspek pembangunan. Termasuk pembangunan bidang kesehatan yang menjadi bidang kerja Dinkes Sultra. “Kendari Pos siap mendukung. Selama tujuannya untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat, kita pasti support,” ungkap Irwan.

Saat ini, lanjut dia, Kendari Pos lebih mendahulukan aspek positif dalam pemberitaannya. Istilah kerennya, the good news is the best news (berita bagus adalah berita terbaik). Tidak lagi bombastis, apalagi hanya sekadar cari sensasi. “Kami ingin Kendari Pos bisa menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai bidang,” imbuhnya. (b/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top