Karena Lahan Tambang di Konut, Tapal Batas Disoal – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Utara

Karena Lahan Tambang di Konut, Tapal Batas Disoal

KENDARIPOS.CO.ID — Tapal batas antara Desa Banggina Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut) dan Desa Laosu Jaya, Kecamatan Bondoala, Konawe kini dipersoalkan. Pasalnya, pemerintah desa dan kecamatan Bondoala, Konawe mengklaim jika sebagian wilayah Desa Banggina, Kecamatan Motui masuk wilayah administratif mereka.

Kepala Desa Banggina, Amiruddin mengatakan sejak kehadiran perusahaan tambang di wilayah Bondoala, Konawe yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Motui, membuat beberapa warga Desa Laosu Jaya mengklaim jika lahan di Konut masuk wilayah desa mereka. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya klaim antara warga Desa Laosu Jaya dan Banggina.

“Soal tapal batas, ada warga Laosu Jaya yang punya lahan di Banggina dijual ke perusahaan tambang, sekitar 20 hektare. Tapi surat keterangan tanah (SKT) dikeluarkan Kepala Desa Laosu Jaya,” ungkap Kepala Desa Banggina, Amiruddin, rabu (8/11). Persoalan tersebut sudah dikomunikasikan antara pemerintah Kecamatan Bondoala dan Desa Banggina. Namun belum melahirkan solusi terkait tapal batas tersebut. Amiruddin mengaku, persoalan tapal batas kabupaten hanya bisa diselesaikan pimpinan masing-masing daerah.

“Karena berkaitan dengan tapal batas kabupaten. Tapi sebenarnya ada sungai di situ yang menjadi tanda batas. Sebelum ada perusahaan tambang, tidak ada klaim. Nanti ada tambang baru begini,” keluhnya. Amiruddin menyebutkan, ia telah menyampaikan persoalan tersebut ke Pemerintah Kecamatan Motui, namun belum mendapat respon terkait tindak lanjutnya.

Ditemui terpisah, Wakil Bupati Konut, Raup mengaku telah menerima informasi soal tapal batas antara Konut dan Konawe di wilayah Desa Banggina. Ketua DPD PAN Konut itu menjelaskan, dari Badan Informasi Geospasial (BIG) telah melakukan pemetaan. Hasilnya, ada sebagian masuk wilayah Konut dan selebihnya di Konawe.

“Soal hak keperdataan itu tidak ada masalah dan di mana saja. Misalnya, kita orang Konut punya tanah di Kendari. Tapi soal tapal batas memang harus ada kejelasan. Ini yang sementara dilakukan pendataan lahan warga secara individu. Kami sementara akan koordinasikan ke pemerintah Konawe,” ujar mantan Ketua DPRD Konut itu. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top