Dukungan Parpol di Pilgub Sultra Kian Mengerucut – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Dukungan Parpol di Pilgub Sultra Kian Mengerucut

Grafis: LD Kurniawan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Arah dukungan partai politik (parpol) dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra, tahun depan kian mengerucut. Sejauh ini, sudah ada enam parpol yang memberikan dukungan secara resmi. Rinciannya, empat parpol merapat ke bakal pasangan calon Asrun-Hugua (Surga). Sedangkan dua lainnya mengusung Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN). Detailnya lihat grafis.

Saat ini, tinggal empat parpol belum mengeluarkan surat rekomendasi (SK) dukungan. Yakni Demokrat, Gerindra, Hanura dan PKB. Gabungan keempatnya, masih ada 14 kursi yang artinya masih terbuka peluang muncul poros baru (pasangan calon baru). Hanya saja, peluangnya cukup kecil. Sebab, PKB dan Gerindra sudah memberi sinyal bakal merapat pada salah satu balon gubernur yang sudah punya dukungan parpol. “Mayoritas pengurus PKB menginginkan dukung Asrun di Pilgub. Insyaallah SK-nya bakal keluar dalam waktu dekat,” kata Hamrin, Sekretaris DPW PKB Sultra, Hamrin, saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, beberapa hari lalu.

Menurut Hamrin, penetapan Ketua DPD PAN Kota Kendari tinggal menunggu SK dari DPP. Apalagi sebagai besar pengurus telah menyatakan dukungannya pada Asrun. Hanya saja, semuanya tetap harus melalui prosedur. Pengurus di daerah hanya merekomendasikan. Sementara penentuannya tetap menjadi domain DPP PKB. “Saya yakin DPP juga akan sejalan dengan keinginan kader,” jelasnya.

Sumber Diolah

Untuk dukungan Gerindra, sebelumnya Ketua DPD Gerindra Sultra, Imran sudah memberi sinyal juga bakal merapat ke Asrun. Hanya saja, dia menghargai mekanisme partai dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP untuk memutuskan. “Semua punya peluang. Saat ini Pak Prabowo, Ketua Umum DPP Gerindra masih di luar negeri. Sesuai rencana, 12 November ini baru tiba. Jadi, setelah itu baru diproses arah dukungan untuk Pilkada serentak, termasuk Sultra,” ungkap Imran, rabu (8/11).

Menurut dia, 12 November itu akan diadakan pertemuan besar-besaran dengan 16 provinsi lainnya untuk membahas pilkada serentak. “Ada 17 provinsi bakal ikut pilkada serentak, makanya DPP akan memutuskan satu kali dukungannya. Jadi, kita menanti saja,” jelasnya. Lebih jauh dia menjelaskan, Sultra mendapat posisi sama dengan daerah lain. Kata dia, semua kandidat masih tetap  punya peluang sama diusung. “Apapun masih bisa terjadi. Itulah dinamika politik,” katanya.

Partai Hanura juga belum menentukan sikap. Posisinya sangat sentral karena punya 3 kursi di DPRD Sultra. Sekretaris DPD Hanura Sultra, Slamet Durasim mengaku belum mendapatkan SK kemana arah dukungan partainya. “Bulan ini, Insyaallah sudah keluar SK-nya,” ujar Slamed saat dihubungi, rabu (8/11). Ketua Penjaringan Bacagub DPD Hanura Sultra ini menjelaskan, pihaknya sudah tuntas dalam proses penjaringan di tingkat wilayah. Bahkan, sebanyak 10 kandidat yang melamar telah direkomendasikan ke DPP Hanura Sultra. “Siapapun dari 10 nama yang diputuskan, kami akan mendukungnya,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat? Punya 6 kursi di DPRD Sultra, partai besutan Muh Endang ini dianggap sebagai penentu ada tidaknya poros baru di Pilgub Sultra. Hanya saja, kemungkinan itu sangat kecil. Sebab, DPP Demokrat bakal mengusung kandidat yang punya elektabilitas tinggi. Sedangkan hasil survey, Asrun dan Ali Mazi paling tinggi. Rusda Mahmud yang berada di posisi ketiga tetap punya peluang. Sekjen DPP Demokrat, Hinca Panjaitan tak menapik hal itu. Menurutnya, Demokrat akan mengusung figur yang peluang menangnya besar. Hanya kepastian siapa orangnya, nanti diumumkan dalam waktu dekat ini. “Secepatnya kita akan keluarkan rekomendasi dukungan untuk sejumlah Pilkada di Sultra. Pekan ini, semoga sudah bisa tuntas, tinggal restu ketua umum saja,” ungkap Hinca Panjaitan.

Disinggung soal tiga nama yang santer akan mendapatkan rekomendasi Demokrat, Hinca masih enggan memberi bocoran. Menurutnya, Asrun, Ali Mazi dan Rusda Mahmud semua berpeluang. “Tunggu saja, akan ada saatnya untuk itu,” jelasnya. Disinggung soal informasi bahwa nama Ali Mazi telah mendapatkan restu dari Ketua Umum Susilo Bambang Yudoyono, Hinca memilih bungkam. “Saya tidak tahu soal itu. Prinsipnya nanti kita bisa sampaikan saat rekomendasi sudah dikeluarkan oleh dewan pimpinan tinggi,” ucapnya.

Pakar Komunikasi Politik Sultra, Dr Muh Najib Husain menilai, peluang muncul poros baru tetap terbuka, meskipun kecil. Sebab, empat parpol tersisa akan lebih memilik bergabung dengan kandidat yang sudah punya dukungan parpol. “Kecuali ada lobi tingkat tinggi. Tapi kalau situasinya normal, saya yakin lebih memilih bergabung yang sudah ada,” kata Najib Husain. Termasuk calon perseorangan, menurutnya juga peluang lolos tetap ada. Hanya memang butuh kerja keras untuk mengumpulkan seratusan ribu KTP. Apalagi, nanti sistem verifikasi langsung dikunjungi satu persatu. “Itu lebih ketat lagi. Sehingga memang cukup berat,” katanya.

Kalaupun nanti hanya akan ada dua kandidat bertarung, menurutnya peluangnya masih sama kuat. Sebab, menurutnya dua pasangan ini sangat berbobot. Kualitas mereka sudah teruji saat menjadi kepala daerah. “Hitungan sebaran dukungan berimbang. Misalnya, wilayah daratan ada Pak Asrun dan Pak Lukman. Demikian juga Pak Ali Mazi dan Pak Hugua di kepulauan,” jelas alumnus doktor jebolan Universitas Gajah Mada ini. Ia menambahkan, masyarakat Sultra patut bersyukur karena kandidat yang maju berkualitas semua. (b/wan/yog/ing)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top