DPR Minta Bawaslu Sultra Maksimal, Awasi Money Politic dan Kampanye Hitam – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

DPR Minta Bawaslu Sultra Maksimal, Awasi Money Politic dan Kampanye Hitam

KENDARIPOS.CO.ID — Anggota Komisi II DPR RI, Amirul Tamim meminta daerah yang diwarning kementerian terkait penyelenggaraan Pilkada benar-benar menyiapkan diri dengan baik. Terutama menyangkut kualitas kinerja penyelenggara, baik aparat keamanan, KPU maupun Bawaslu. Menurutnya, Pilkada serentak tahap ke-III di Sultra akan semakin rumit. Pasalnya, selain Pilgub juga ada tiga daerah ikut suksesi, yakni Pilwali Baubau, Pilbup Konawe dan Kolaka. “Dulu jika terjadi konflik hanya di daerah saja. Namun kali ini fokusnya berbeda. Kini Pilgub juga ikut dalam Pilkada 2018 nantinya. Jadi tingkat kerawanannya lebih besar,” kata Amirul Tamim saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Berkaca pada Pilkada sebelum-sebelumnya, wilayah Sultra yang menggelar Pilkada pasti berujung di Mahakamah Konstitusi (MK). “Konflik memang terjadi namun bisa diatasi. Namun tingkat kerawanan antara masa pendukung tetap perlu diawasi. Terlebih kini ruang lingkupnya lebih luas karena ada Pilgub,” jelasnya.

Persoalan yang masih menonjol adalah keterlibatan aparatur, keberpihakan penyelenggara dan money politik (politik uang). Untuk itu, kata politisi PPP ini, integritas para penyelenggara harus dipertahankan. “Kemarin masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang melibatkan sejumlah pihak penyelenggara. Untuk itu integritas penting guna kelancaran Pilkada 2018 nantinya. Sedangkan untuk aparat keamanan, saya rasa hanya perlu lebih ekstra dalam Pilkada kali ini,” ujarnya.

Terkait money politic, Amirul mengungkapkan, tidak bisa dihindari. Pasalnya rendahnya daya beli masyarakat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat Sultra saat ini. “Kesenjangan antara masyarakat masih begitu tampak. Makanya, uang Rp 20 ribu saja bisa mengubah keadaan. Untuk itu, ini bisa dititik beratkan kepada para figur calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Sultra nantinya. Makanya Bawaslu harus lebih maksimal lagi kerjanya,” tuturnya.

Ia meminta agar figur yang sudah tidak lagi diragukan kapasitas dan integritasnya dapat mempertontotankan pendidikan politik dengan nilai positif. “Contohkanlah masyarakat pendidikan politik yang benar. Jangan biarkan mereka terus terjerumus dalam tindakan-tindakan negatif yang nantinya berefek pada instabilitas daerah,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada tim sukes dan pendukung pasangan calon agar tidak melakukan kampanye hitam. Pasalnya itu nantinya hanya akan memecah belah atar masyarakat Sultra. “Buat apa sama-sama dari Sultra saling menghujat dan saling memaki. Tidak ada positifnya, yang ada hanya mengkerdilkan diri sendiri. Ini bisa menghambat kemajuan daerah,” ucapnya.

Ia menyarankan agar tim sukses dan pendukung pasangan calon lebih menonjolkan program unggulan yang akan diusung jagoannya. “Utamakan program. Kampanyekan program pembangunan yang diusung oleh pasangan calon. Sultra butuh diskusi dan kritik yang membangun, bukan diskusi dan kritik menjatuhkan,” imbuhnya. (b/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top