Ibu Rumah Tangga di Buton Tewas Dihantam Martil Oleh Sepupu – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ibu Rumah Tangga di Buton Tewas Dihantam Martil Oleh Sepupu

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Personel Polres Buton tidak butuh waktu lama membekuk pelaku pembunuhan terhadap Wa Iranti (53) di Dusun Lahindaro, Desa Kombewaha, Kecamatan Siotapina. Pelaku Wa Riama (30) ditangkap setelah melarikan diri selama 12 jam. “Pelaku kami tangkap dibelakang rumahnya. Barang bukti yang kami kumpulkan sebuah martil dan pakaian korban,” ujar Kasatreskrim Polres Buton, Iptu Hasanuddin, Selasa (7/11).

Wa Riama ditangkap setelah menghabisi nyawa Wa Iranti, seorang ibu rumah tangga (IRT), Senin (6/11). Iranti tewas setelah dihantam martil oleh Riama yang tidak lain adalah sepupu korban. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Kejadian bermula saat pelaku mendatangi rumah korban. Sempat diminta pulang oleh ibunya, namun bersembunyi dikolong rumah. Sekira pukul 08.30, pelaku kemudian menghampiri korban yang tengah menonton televisi. Hingga kemudian pada pukul 03.00 WITA, menantu Wa Sayani dan anak korban Wa Meta mendengar teriakkan dari ruang tengah rumah. Sontak keduanya berlari dan mendapati tubuh Wa Iranti tersungkur bersimbah darah. Pelaku melarikan diri melalui jendela.

Usai mendapat laporan, kepolisian mengejar pelaku. Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Hasanuddin mengatakan penangkapan dilakukan setelah hasil pengembangan mengarah kepada Wa Riama. “Kami sudah tahan, dan sedang dilakukan penahanan,” ujarnya, Selasa (7/11). Saat ditangkap, sikap pelaku tidak menunjukkan rasa bersalah. Diduga, pelaku menderita penyakit gangguan jiwa sejak lama. Fakta ini diidentifikasi setelah polisi menelusuri riwayat pelaku dan mendapat keterangan dari keluarga korban. “Wa Riama ini pernah dipasung selama 3 bulan. Dia juga menganiaya mamanya, tapi tidak sampai meninggal,” ungkap Iptu Hasanuddin.

Tingkah aneh pelaku berlanjut di meja penyidik. Ketika diperiksa penyidik, pelaku diam. Akibatnya, penyidik belum bisa mengorek sejumlah bukti dari pelaku. “Motif pembunuhan masih kita dalami. Pelaku ditanya, hanya diam saja,” jelas Iptu Hasanuddin. Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, polisi bakal meminta rujukan dari Rumah Sakit Buton untuk memeriksakan kejiwaan pelaku di Rumah Sakit Jiwa Sultra. “Kita akan rujuk di Kendari, untuk diperiksa. Kalau sakit jiwa, kita minta pendampingan RS Jiwa sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya Iptu Hasanuddin. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top