DPRD Muna Tak Kuorum, Rapat Tertunda Tiga Jam – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

DPRD Muna Tak Kuorum, Rapat Tertunda Tiga Jam

MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
Sempat tak kuorum, rapat paripurna di DPRD Muna akhirnya tertunda hingga beberapa jam, selasa (7/11)

KENDARIPOS.CO.ID — Bukan hanya aparatur sipil negara (ASN) yang kerap memperlihatkan perilaku tak disiplin. Sebab anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Muna juga harus diajar lebih menghargai waktu. Buktinya, agenda rapat paripurna penyerahan draf anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017, harus tertunda hingga tiga jam dari jadwal semula. Seharusnya penyerahan dokumen dilakukan sejak pukul 09.00 Wita, Selasa (7/11). Namun nyatanya, tertunda hingga tiga jam. Para legislator belum semua hadir sehingga rapat tak kuorum.

Rapat paripurna baru digelar pukul 12.18 Wita. Itupun tak dihadiri seluruh anggota. Dari 33 perwakilan rakyat, 22 orang mengisi daftar hadir. Tak ada penjelasan dari Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini soal keterlambatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba membacakan nota keuangan rancangan APBD-P 2017 sesuai visi pemerintahan yang kuat, mandiri, berdaya saing dan bermartabat. Dalam kesempatan itu, Rusman merinci, pendapatan daerah secara umum sebesar Rp 1,07 triliun atau berkurang sebesar 0,85 persen dibanding APBD induk. Itu sebabkan, adanya pengurangan target pendapatan yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara belanja daerah, sebesar Rp 1,13 triliun atau bertambah sebesar 3,03 persen. Penambahan ini, lanjut mantan ketua DPRD Sultra ini, utamanya disebabkan bertambahnya belanja pegawai pada item belanja tidak langsung, sebesar 1,58 persen dan belanja barang dan jasa 17,73 persen. Termasuk belanja modal sebesar 0,85 persen pada belanja langsung. Sementara belanja pegawai pada belanja langsung mengalami penurunan sebesar 3,85 persen. “Namun secara keseluruhan belanja langsung mengalami kenaikan sebesar 5,15 persen,” kata Rusman Emba di DPRD Muna, selasa (7/11).

Mantan anggota DPD RI juga menjelaskan terkait pembiayaan daerah. Kata dia, dari sisi penerimaan pembiayaan netto, terjadi kenaikan dari anggaran semula sebesar Rp 18.993.354.141 menjadi Rp. 77.418.822.889, atau naik sebesar 307,61 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya Silpa tahun 2016. Sementara pada pengeluaran pembiayaan anggaran semula Rp 100.000.000 menjadi Rp. 15.923.994.630 atau 823,99 persen. ” Kenaikan ini juga disebabkan adanya pembayaran pokok utang pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” urainya.

Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang disampaikan fraksi-fraksi dalam pandangannya. Fraksi Golkar yang diwakili La Usa, menegaskan agar eksekutif tak lagi terlambat menyerahkan draf APBD berikutnya. Kemudian ia menginstruksikan kepala Dinas Kesehatan, agar kendaraan roda dua yang peruntukkan bagi para bidan ditarik kembali. Sebab saat ini, kendaraan tersebut justru digunakan oleh staf di instansi tersebut. Termasuk, pembangunan drainase dan duiker serta lapak di Pasar Laino, yang tidak tidak terdapat dalam APBD. “Terus pertanyaannya, anggarannya dari mana,” tanya La Usa.

Selain itu, fraksi Hanura melalui La Ode Irwan juga memberikan masukan. Pertama, menyarankan agar pembangunan pasar modern dapat dianggarkan kembali. Kedua, soal defisit anggaran hingga Rp 16 miliar lebih. Dan itu, terjadi pada RSUD Muna terbesar sebanyak Rp 14 miliar. “Ini juga merupakan pelayanan yang kurang maksimal dilakukan oleh setiap SKPD, ” pandangannya.

Sementara itu, pandangan dari Fraksi Madani yang dilontarkan La Hisabu menyorot calon petani calon lahan sebanyak 30 hektare yang disinyalir fiktif. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top