Revitalisasi Kakao di Kolut Libatkan Tiga Profesor – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Utara

Revitalisasi Kakao di Kolut Libatkan Tiga Profesor

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Bupati Kolut, Nur Rahman Umar dalam kegiatan sosialisasi rencana revitalisasi tanaman kakao petani.

KENDARIPOS.CO.ID — Optimisme pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakatnya melalui program peremajaan kakao terus direalisasikan. Bupati Kolut, Nur Rahman Umar bersama Wakilnya H. Abbas kembali mengumpulkan 127 kepala desa (Kades) di kantor Desa Watuliu, Kecamatan Lasusua dan mengundang tiga profesor untuk membahas rencana revitalisasi tanaman perkebunan tersebut, Senin (6/11).

Para Kades dikumpulkan guna mengikuti sosialisasi dengan tiga pembicara yang melakukan presentasi, Prof. Juanda, Prof. Amin Yassi dan Prof. Yunus dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka masing-masing membahas terkait pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan lanjutan. Mereka rencananya akan melakukan pendampingan langsung dengan target pertama selama dua tahun berjalan.

Bupati Kolut, Nur Rahman mengutarakan, lahan kakao yang tidak produktif di otoritanya harus diremajakan secara total. Dalam masa program kerja tahun 2018 mendatang besaran APBD jumlahnya tidak berbeda besarannya dengan 2017 saat ini. Maka dari itu, untuk menyukseskan program kakao tersebut harus fokus ke instansi yang bersangkutan. Namun tidak berarti mengenyampingkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. “Ya mungkin kalau dinas Pekerjaan Umum (PU) anggaran sebelumnya bermiliar-miliar, tahun depan mungkin hanya beberapa saja. Tetapi saya yakin, masing-masing instansi telah memahami karena ini untuk menyejahterakan rakyat,” ujarnya, senin (6/11).

Kolut-1 itu menegaskan, tidak logis jika pembangunan daerah diklaim sukses, sementara rakyat tidak sejahtera. Pihaknya sudah berupaya maksimal dan tinggal masyarakat yang tertindak. Sebab ia sudah sering melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah pusat untuk melakukan lobi-lobi terkait rencana revitalisasi kakao tersebut. “Saya sampai mengemis-ngemis menanggalkan pakaian dinas, saya ikuti ke mana-mana. Tetapi saya tidak peduli yang penting kita diberi anggaran dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Saat proses revitalisasi kakao mulai berjalan dipastikan akan disusul program penanaman sejumlah tanaman hortikultura sebagai selingan. Maka dari itu, ia telah menginstruksikan Dinas Perdagangan agar gencar mencari pasaran guna menjaring hasil panen. “Masyarakat sudah sering jadi korban oleh pelaku ekonomi untuk keuntungan mereka sendiri. Saya ingatkan dinas terkait proaktif cari pasaran,” tegasnya.

Pihak perbankan juga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyukseskan program tersebut. Bagi yang dipandang tak memberikan partisipasi, bupati bahkan mengaku akan menyampaikan langsung ke masyarakat agar tidak menabung di bank itu. “Bukan ancaman, tetapi pasti akan saya lakukan dan sampaikan ke masyarakat tidak usah menabung di bank ini dan itu, karena tidak membantu masyarakat,” ulang mantan Kadis Pertambangan tersebut.

Begitu juga dengan 127 kades se-Kolut, Nur Rahman berharap program kerja tahun depan dalam bentuk fisik, dikurangi. Lebih baik fokus membantu pemerintah dalam program revitalisasi kakao. Dana ADD maupun DD harus fokus dalam revitalisasi tersebut untuk kesejahteraan warganya. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top