Pejabat dan Media di Sultra Diberi Penghargaan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pejabat dan Media di Sultra Diberi Penghargaan

Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata (kedua dari kiri), Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto (kelima dari kiri), Kepala BIN Daerah Sultra Brigjen Andi Sumangerukka, Danrem 143/Ho Kolonel Inf Andi Perdana Kahar (paling kanan) pose bersama sejumlah tokoh penerima penghargaan Kapolda usai nonton bareng Film Molulo di Bioskop Cinemax, Mall Lippo Plazza Kendari, Sabtu (4/11). Foto: Humas Polda for Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Film Molulo kembali diputar serentak di seluruh bioskop Indonesia, Sabtu (4/11). Film yang mengisahkan tentang budaya muda-mudi di Pulau Sulawesi, khususnya Kendari, Makassar dan Palu ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan, Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata beserta sejumlah pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) meluangkan waktu dengan nonton bareng di Bioskop Cinemax, Mall Lippo Plazza Kendari.

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto mengapresiasi pemutaran Film Molulo. Menurutnya, film ini sangat sarat akan nilai budaya lokal dan semangat persatuan dalam keberagaman. “Semangat yang dibangun dalam film ini adalah tentang persatuan dalam keberagaman. Saya menilai, mendukung terciptanya Kamtibmas di Sultra,” ungkap Andap.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi melestarikan budaya lokal demi terciptanya Kamtibmas, Andap memberikan penghargaan kepada sejumlah pejabat dan pimpinan media, termasuk yang menggarap film Molulo. Mereka yang diberi penghargaan diantaranya Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, anggota DPR RI Tina Nur Alam, Pemerhati budaya, pimpinan media (Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin) serta sutradara Film Molulo Irham Aco Bachtiar.

Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin (kiri) menerima penghargaan dari Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto sebagai Tokoh Media.

Penghargaan diberikan saat acara nonton bareng Film Molulo di Bioskop Cinemax, Mall Lippo Plazza Kendari, Sabtu (4/11). “Saya menganggap para tokoh ini (penerima penghargaan) berhasil memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Sultra. Khususnya mendukung pelestarian budaya lokal,” jelasnya.

Lebih jauh Andap menjelaskan, Film Molulo sangat kental dengan nuansa lokal Kendari. Untuk itu, dia bangga, sebagai pemimpin kepolisian di Sultra, karena film seperti ini dapat membangun Sultra dalam konteks pengenalan budaya lokal. “Kita patut berbangga atas film ini. Karena memperkenalkan kultur Kendari. Saya salut, makanya mengajak seluruh stakeholder menyaksikan bersama-sama,” terangnya.

Andap juga mengapresiasi dukungan pemerintah selama ini dalam menjaga Kamtibmas di Sultra. Bagi Andap, pemberian penghargaan itu adalah bentuk terima kasih kepada pemerintah, termasuk insan media yang selama ini ikut menjaga keamanan di Sultra. Terlebih lagi dalam pembangunan daerah.

Plt Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata mengatakan, banyak pelajaran yang dipetik dalam film ini. Menurutnya, “Molulo” mengandung filosofi yang sangat dalam. Dalam kepercayaan masyarakat Kendari, Molulo adalah tarian yang dapat mengantarkan seseorang untuk mencari jodoh. Ketika ikut dalam tarian Molulo, seseorang harus memahami gerakannya. “Kalau perempuan, tangannya harus mengarah ke bawah. Kalau laki-laki, tangannya harus mengarah ke atas. Maka ketika membentuk lingkaran, lelaki dan perempuan tangannya harus menyatu. Itu sangat penting dipahami,” jelasnya.

Dalam nonton bareng Film Molulo sejumlah pejabat ikut hadir. Selain yang mendapat penghargaan, hadir pula Kepala BIN Sultra, Brigjen Andi Simangerukka, Wakil Kepala Kejati Sultra Masnaeny Jabir, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra Gatot Suharnoto dan lainnya. Dua artis Makassar yang juga pemeran Film Molulo, Andy Arsyil Rahman dan Arlita Reggiana juga mengikuti acara nonton bareng.

Sumber: Polda Sultra

Untuk diketahui Film Molulo (Jodoh Tak Bisa Dipaksa-Red) merupakan film layar baru di tahun 2017 yang bergenre drama dan komedi. Film ini digarap sutradara Irham Acho Bahtiar. Sedangkan untuk naskah skenarionya ditulis oleh beberapa penulis, yaitu Irham Acho Bahtiar, Arham Kendari, Halim Gani Safia, Agit Romon, Indahelm.

Film ini diinspirasi dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi pada tahun 1972. Yang bercerita tentang sebuah romantika diantara dua pasangan yang berlainan budaya, yaitu Makassar (Sulsel) dan Kendari (Sultra). Sekaligus memperkenalkan kultur dan juga adat dari dua daerah itu. Diantaranya yaitu mengangkat budaya Tari Molulo, yang telah menjadi trend modern oleh masyarakat Kendari. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top