Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Limbah B3, Direktur PT GKBT Tak Ditahan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Limbah B3, Direktur PT GKBT Tak Ditahan

KENDARIPOS.CO.ID — Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Direktur PT.Galangan Kapal Bontuni Tirtamas (GKBT), Ery Sujatim diperiksa penyidik, Rabu (1/11). Ery terlihat di ruang pemeriksaan Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra sejak pagi hingga siang. Ada beberapa materi pertanyaan yang dilayangkan. Diantaranya, soal izin limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang selama ini dimanfaatkan perusahaannya. Usai diperiksa, Ery Sujatim belum ditahan.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan penyidik tak menahan Ery Sujatim karena Undang-Undang dan pasal yang dikenakan tak mewajibkan penahanan. Ancaman hukuman dari pasal yang dikenakan tersangka di bawah empat tahun. Penyidik hanya memastikan berkas penyidikan tersangka sudah rampung dan telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. “Sudah kami kirim juga berkasnya tahap satu,” ujar Kompol Dolfi Kumaseh, Rabu (1/11).

Kompol Dolfi menegaskan penyidik terus melakukan berkoordinasi dengan jaksa agar berkas tersebut dapat diterima dan dinyatakan lengkap secara formil dan materil. Soal calon tersangka lain, penyidik belum menetapkan. Untuk sementara hanya menetapkan Direktur PT.GKBT, Ery Sujatim sebagai tersangka. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan Ery dianggap paling bertanggungjawab.

Sebelumnya Ery Sujatim ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu penyidik melakukan gelar perkara. Dalam kasus ini, ada belasan saksi yang diperiksa penyidik, termasuk sejumlah karyawan PT GKBT. PT.GKBT di Kelurahan Mata Kota Kendari memanfaatkan limbah B3 jenis slag tanpa mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Slag digunakan untuk membersihkan lambung kapal berbahan fiber dan besi. Idealnya, pemanfaatan limbah B3 sebagaimana diatur dalam UU Lingkungan Hidup harus memenuhi izin. Diantaranya izin penyimpanan, izin pengangkutan dan izin pemanfaatan. Trsangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. (ade/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top