Praktik Setoran Sukarela, Sekot Kendari Segera Panggil Oknum Lurah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Praktik Setoran Sukarela, Sekot Kendari Segera Panggil Oknum Lurah

Alamsyah Lotunani

KENDARIPOS.CO.ID — Praktik setoran sukarela yang dikemas dalam bentuk ungkapan terima kasih yang diduga dilakukan oknum lurah sampai juga ditelinga Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Alamsyah Lotunani. Dugaan setoran sukarela itu muncul dalam pembagian bantuan rumah di Purirano. Karena masih bersifat dugaan maka Sekot Kendari Alamsyah Lotunani tidak menelan mentah-mentah informasi itu. Dia tidak percaya begitu saja dan langkah klarifikasi akan ditempuh.

Ketua KONI Kota Kendari itu dalam waktu dekat akan memanggil oknum Lurah Purirano. “Tentunya kami tidak bisa percaya begitu saja harus diklarifikasi dulu tentang laporan itu, yang jelas lurah akan segera kita panggil. Kalau ada buktinya kami akan berikan kepada pimpinan untuk mengambil tindakan selanjutnya,” ujar Alamsyah Lotunani di ruang kerjanya, Rabu (1/11). Selain itu, upaya penelusuran terkait dugaan setoran sukarela itu akan dilakukan. Makanya Sekot Kendari, Alamsyah Lotunani enggan terburu-buru berbicara soal sanksi yang bakal dijatuhkan kepada oknum lurah.

Alamsyah Lotunani menyayangkan pernyataan Lurah Purirano Ferry Irawan yang mengatakan bahwa pemberian uang kepada dirinya adalah hal wajar sebagai tanda terima kasih karena telah membantu mengurus warga mendapatkan bantuan rumah. Hal tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelayan masyarakat, karena sudah menjadi tugasnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat harus ikhlas. Tidak boleh mengharapkan imbalan sepeserpun dari masyarakat karena itu sudah tugas kita. Jadi tindakan lurah kalau memang benar seperti itu sangat salah, karena kita bekerja untuk masyarakat jadi harus ikhlas,” tegasnya.

Birokrat sukses itu juga menjelaskan bahwa bangunan rumah yang disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk masyarakat Tahura Nipa-nipa. Dimana Pemerintah Daerah (Pemda) hanya menyediakan lahan saja, dan selanjutkan pihak Pemda mendistribusikan rumah tersebut kepada masyarakat yang berhak secara gratis. “Jadi memang gratis, diperuntukkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Olehnya itu lurah seharusnya memfasilitas tanpa mengharapkan apa-apa karena itu amanah,” paparnya.

Sebelumnya, Lurah Purirano Ferry Irawan membantah telah meminta sejumlah uang kepada penerima bantuan rumah gratis. Meski begitu, Ferry tak membantah ada yang memberikan uang kepada setelah mendapatkan rumah bantuan tersebut. Alasannya, warga tersebut tahu jika dalam berurusan lurah menggunakan kendaraan. “Itu tanda terima kasih mereka kepada saya karena saya sudah kasihkan mereka rumah. Mereka lihat ji saya pulang balik pakai kendaraan. Tapi untuk patok harga sekian, itu bohong. Yang bilang itu hanya orang-orang yang iri sama saya, yah bisa dibilang lawan politik lah,” ujar Ferry Irawan saat ditemui di Kantor Camat Kendari, Jumat (27/10) lalu.

Ferry Irawan menjelaskan rumah yang diterima warga Kelurahan Purirano merupakan bantuan. Rumah tersebut dibangun Kementerian PUPR dan diperuntuhkan untuk warga yang direlokasi dari Tahura Nipa-nipa. Dari 105 unit, warga Tahura Nipa-nipa mendapatkan 82 unit, dan warga Kelurahan Purirano 20 unit. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top